Kota Bandung Kembali Berhasil Pertahankan Opini WTP BPK

Kota Bandung Kembali Berhasil Pertahankan Opini WTP BPK
istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berhasil mempertahankan opini wajar tanpa lengecualian (WTP) dari badan pemeriksa keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) 2019. Capaian ini menjadi yang kedua kalinya bagi Kota Bandung sejak era kepemimpinan Oded M Danial - Yana Mulyana.

Atas raihan itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial sangat bersyukur LKPD bisa dibuat secara tertib. Dia mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak atas kerja kolektifnya menghadirkan kembali opini WTP bagi Pemkot Bandung.

“Mudah-mudahan dengan opini wajar tanpa pengecualian ini, merupakan spirit kita selama dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan ke BPK RI. Kita mulai rapih dan bagus,” kata Oded di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Senin (29/6/2020).

Menurut dia, capaian ini harus menjadi motivasi dalam penyelenggara pemerintahan di Kota Bandung. Pemkot Bandung harus senantiasa menjunjung nilai integritas dalam menjalankan pembangunan. 

“Saya berharap ketika opininya WTP bisa dibarengi dengan meminimalisir penyimpangan dalam proses pembangunan di Kota Bandung,” ucapnya. 

Lebih lanjut Oded memastikan dalam waktu dua bulan ke depan, pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah catatan dari BPK. Hal ini menjadi wujud komitmen Pemkot Bandung untuk terus memperbaiki kinerjanya dalam menyusun pelaporan. 

“Insyaallah harus komitmen bahwa LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) ini sejak diberikan, maka 60 hari sejak kita mendapatkan opini harus segera tindak lanjuti," ujar dia. 

Tak hanya WTP, dikatakan Kepala Inspektorat Kota Bandung Fajar Kurniawan, Pemkot Bandung juga mendapat apresiasi dari koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) komisi pemberantasan korupsi (KPK) atas sertifikasi aset.

“Sertifikasi aset mendapat perhatian Kopsurgah KPK. Minggu lalu sudah dilakukan diskusi. KPK RI mengapresiasi progres luar biasa Kota Bandung. Sertifikasi aset sudah cukup baik dan terstruktur. Setiap tahun ada perkembangan untuk sertifkasi aset,” kata Fajar. (Yogo Triastopo)