GMBI Cirebon Raya Geruduk DPRD: Batalkan RUU HIP!

GMBI Cirebon Raya Geruduk DPRD: Batalkan RUU HIP!

INILAH, Cirebon – Ratusan masa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI)  Distrik Cirebon Raya, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6/2020). Mereka melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU HIP oleh DPR-RI.

Dalam orasinya, mereka menuding pihak yang memprakarsai RUU HIP adalah bagian dari yang ingin menghidupkan dan membangkitkan kembali komunisme dan PKI. Masalahnya, RUU HIP juga dapat mendegradasi Pancasila sebagai ideologi negara. 

“RUU HIP dapat melumpuhkan unsur ketuhanan pada sila pertama. RUU juga dapat menurunkan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. Kenapa tidak mencantumkan TAP MPRS tentang pelarangan komunisme dan PKI? Batalkan atau kami terus bergerak," teriak ketua GMBI, Maman Kurtubi.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi saat menemui masa di luar gedung dewan memberikan pernyataan politiknya. Luthfi mengaku setuju kalau RUU HIP dibatalkan. Pihaknya juga sepakat dengan langkah yang diambil GMBI dalam mengawal keutuhan Pancasila sebagai dasar negara.

"Saya akan sampaikan aspirasi ini ke Jakarta. Saya sepakat bahwa Pancasila sudah final dan tidak perlu lagi diutak atik. Kita bisa menjaga keutuhan NKRI juga karena dasar negara kita Pancasila. Jangan sampai ada ideologi lain di NKRI ini," kata Luthfi.

Hal senada dikatakan anggota Dewan dari Fraksi PKS, Nurcholis. Menurutnya, bukan saatnya membuat RUU HIP karena dasar negara sudah final. Apapun alasannya, harusnya fokus  kepada bagaimana mengurus negara dan membuat rakyat indonesia makin sejahtera. Pancasila menurutnya, sudah menjadi dasar negara dan disepakati oleh semua pendiri negara dulu. 

"Tidak ada urgensinya mengutak atik dasar negara. Semua sudah final," ungkap Nurcholis.

Sedangkan Yoga Setiawan dari Fraksi Hanura berjanji, akan membuat rekomendasi ke Jakarta dari permintaan GMBI itu. Bukan saja menunda RUU HIP, namun meminta untuk membatalkan. Yoga sependapat, dasar negara sudah final dan tidak bisa diutak atik lagi.

"Buat apa RUU HIP ditunda. Ya harus dibatalkan lah. Tidak ada urgensinya juga," tukas Yoga. (maman suharman)