Bangun Ketahanan Pangan, Oded Bidik Semua Kelurahan di Kota Bandung Jadi Lembur Tohaga Lodaya

Bangun Ketahanan Pangan, Oded Bidik Semua Kelurahan di Kota Bandung Jadi Lembur Tohaga Lodaya
istimewa

INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengapresiasi Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan yang dicanangkan sebagai Lembur Tohaga Lodaya ke-19.

Lembur Tohaga Lodaya merupakan program kolaborasi Pemkot Bandung dengan Polrestabes Bandung untuk membangun ketahanan pangan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada ketahanan sosial di masyarakat.

Program Lembur Tohaga Lodaya ini, ditandai dengan ketersediaan lumbung kelurahan yang siap dipergunakan dalam keadaan darurat pangan. Dengan begitu, warga bisa lebih siaga dalam menghadapi berbagai situasi krisis.

Selain itu, di kawasan pertokoan yang bercampur dengan rumah-rumah tinggal ini juga memiliki lebih banyak tempat cuci tangan di berbagai sudut. Bahkan, warga juga menyediakan sarana cuci tangan khusus untuk difabel, dengan sensor otomatis yang bisa mengeluarkan sabun dan air tanpa perlu disentuh.

Tak hanya itu, pihak kelurahan juga menyediakan mobil “Wawasuh” yang akan berkeliling untuk menyediakan sarana cuci tangan dan memberi edukasi tentang bagaimana mencuci tangan yang baik.

Bergeser lebih jauh, di kawasan ini warga secara swadaya juga menyediakan tempat karantina mandiri untuk para tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. Tempat karantina tersebut berada di Hotel Karmila dan Graha Atma.

“Dengan adanya kampung tangguh ini, mudah-mudahan ini bagian dari upaya optimal kita untuk merespon penyebaran Covid-19 corona ini. Saya berharap program ini tidak berhenti di Kelurahan Citarum, tetapi juga bisa di seluruh kelurahan Kota Bandung," kata Oded di Jalan Geusan Ulun, Selasa (30/6/2020).

Keberadaan Lembur Tohaga Lodaya, juga menjadi wujud kekompakan warga dengan para jajaran pimpinan di kewilayahan. Persatuan semacam inilah yang terus mendorong Kota Bandung mampu menghadapi berbagai situasi krisis saat ini.

“Dengan kokohnya persatuan di kewilayahan, itu artinya sudah membantu Mang Oded. Mang Oded kaki cuma dua, tangan cuma dua, tidak mungkin terdatangi semuanya,” ucapnya. (Yogo Triastopo)