Pikobar Sudah Diunduh 700 Ribu Pengguna Sejak Diluncurkan

Pikobar Sudah Diunduh 700 Ribu Pengguna Sejak Diluncurkan

INILAH, Bandung- Jawa Barat memiliki kepedulian tinggi terhadap penyebaran Covid-19. Hal tersebut tampak dari banyaknya masyarkat yang telah mengunduh aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat) sejak diluncurkan pada Jumat 20 Maret 2020 lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) JAwa Barat, Setiaji mengatakan saat ini aplikasi Pikobar telah diunduh oleh sekitar 700 ribu pengguna.

"Artinya masyarakat Jabar memiliki kepedulian yang tinggi terkait penyebaran COvid-19," ujar Setiaji, Selasa (20/6/2020).

Setiaji menambahkan, dari 700 ribu masyarakat yang telah mengunduh aplikasi Pikobar tersebut, rata-rata ada hingga 50 pengguna dalam setiap hari. Menurut dia, jumlah tersebut cukup besar sehingga pihaknya merasa perlu terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang mengakses aplikasi Pikobar tersebut.

Terlebih, Setiaji menilai, saat ini tengah marak isu yang berkaitan dengan kemanan data. Karena itu, dia mengaku, sangat penting pihaknya menjaga keamanan data terkait updating dalam Pikobar.

"Untuk keamanan data kami bekerjasama dengan komunitas dari Bandung dan Jogja, yang membantu kami supaya aplikasi ini bisa lebih aman," Jelas dia.

Setiaji menjelaskan, dalam mengembankan aplikasi Pikobar ini pihaknya menerapkan visi kolaborasi dan inovasi seperti yang kerap digaungkan oleh GUbernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Di mana saat ini sedikitnya ada 16 pihak baik itu komunitas maupun startup yang turut membantu pengembangan aplikasi Pikoba.

"Dan sampai saat ini sudah ada 38 fitur dalam Pikobar yang dapat diakses oleh masyarakat," ucapnya.

Melalui Pikobar sediri,dia menyampaikan, pihaknya telah mengkonfirmasi lebih dari 2600 informasi hoaks yang tersebar di masyarakat. Untuk mengklarifikasi seluruh informasi yang tidak dapat dipertangungjawabkan tersebut, setiap saat pihaknya bersinergi dengan Jabar Saber Hoaks.

"Sehingga masyakat memahami mana informasi hoaks dan mana yang bukan," katanya.

Tidak hanya itu, Pikobar pun memiliki layanan hotline di mana masyakat bisa mengadukan sejumlah temuan di lapangan termasuk terkait bantuan sosial COvid-19. Sejauh ini, dia mengaku, sudah ada 120 ribu aduan dari masyarkat yang sudah ditangani melalui hotline Pikobar.

"Sejaub ini tercatat 120 ribu masuk hotline yang sudah kam tangani bekerjasama dengan OPD terkait untuk menjawab  isu-isu, seperti terkait bansos dan lain-lain," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, baik itu website Pikobar maupun aplikasi Pikobar diluncurkan lantaran untuk menjawab karakteristik masyakat Jawa Barat yang kerap mengakses website maupun aplikasi dalam keseharian. Adapun mengenai pendanaan, pihaknya berupaya mengoptimalkan anggaran yang dialokasikan di Unit Diskominfo Jabar.

"Jadi ini dana yang kami gunakan Rp2 miliar, tapi untuk mengelola 38 aplikasi ini sangat efisien sekali dan efektif. Kemudian ditamnah adanya pihak-pihak yang membantu kami untuk melengkapi aplikasi ini," pungkasnya. (Riantonurdiansyah)