Rhoma Irama Dianggap Tak Bersalah Manggung di Tengah Pandemi

Rhoma Irama Dianggap Tak Bersalah Manggung di Tengah Pandemi
Ketua Bidang Advokasi Peradi Kabupaten Bogor Gregorius B Djako (kanan). (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Ketua Bidang Advokasi Peradi Kabupaten Bogor Gregorius B Djako menilai bahwa Rhoma Irama bersama Rita Sugiarto, Yunita Ababil, Wawa Marissa, Caca handika, Yus Yunus dan beberapa artis ibu kota lainnya tidak bersalah atas dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) nomor 35 Tahun 2020  tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

Pria asli Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menilai yang dia anggap bersalah atas dugaan pelanggaran aturan PSBB proporsional ialah tuan rumah, aparatur desa, aparatur desa, Satpol PP Kabupaten Bogor dan Polsek Cibungbulang.

"Saya melihat rekan - rekan artis seperti Rhoma Irama dan lainnya itu tidak salah walaupun mereka menyumbang lagu dalam kasus dugaan pelanggaran PSBB proporsional karena mereka hanya menghadiri undangan khitanan temannya yang kabarnya merupakan mantan kru Soneta Grup," kata Gregorius kepada wartawan, Selasa (30/6).

Ia menerangkan alasan dugaan bersalah adlah tuan rumah, aparatur desa, aparatur desa, Satpol PP Kabupaten Bogor dan Polsek Cibungbulang karena dianggap melakukan pembiaran terjadinya kerumunan massa.

"Artis seperti Rhoma Irama dan lainnya ini kan hanya mengabulkan permintaan masyarakat yang meminta mereka menyumbangkan lagu atau bernyanyi hingga yang saya anggap bersalah ialah aparatur yang membiarkan terjadinya kerumunan massa tanpa disertai protokol kesehatan di saat Kabupaten Bogor menetapkan PSBB proporsional," terangnya.

Greg sapaan akrabnya menuturkan bahwa kasus dugaan pelanggaran aturan PSBB proporsional ini harus menjadi pembelajaran bagi aparatur dalam menegakkan Perda nomor 35 Tahun 2020.

"Kasus dugaan pelanggaran peraturan PSBB proporsional ini harus menjadi pembelajaran agar ada kordinasi tugas yang baik antara Pemkab Bogor, Polres Bogor dam lainnya sesama Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor," tutur Greg.

Sebelumnya, Minggu (28/6) viralnya video Rhoma Irama dan rekan artis lainnya saat bernyanyi di acara khitanan anak dari pasangan Surya Atmaja dan Khodijah viral di jagat maya itu membuat heboh netizen, pasalnya acara yang dihadiri ratusan hingga ribuan orang masyarakat itu berlangsung tanpa mengindahkan Perda nomor 35 Tahun 2020 tentang PSBB proporsional. (Reza Zurifwan)