Tahun Depan, Pemkab Bogor Targetkan 4.300 Ekor Anak Sapi Lahir

Tahun Depan, Pemkab Bogor Targetkan 4.300 Ekor Anak Sapi Lahir
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor siap membantu mewujudkan program merja Kementerian Pertanian dalam program upaya khusus sapi kerbau komoditas andalan negeri.

Secara nasional, Kementerian Pertanian menargetkan 6 juta ekor angka kelahiran sapi dan kerbau. Sedangkan, Pemkab Bogor menargetkan 4.300 ekor anak sapi dan kerbau lahir di Bumi Tegar Beriman pada 2021 mendatang.

"Pemkab Bogor menargetkan 4.300 ekor sapi dan kerbau lahir di tahun 2021 mendatang, target ini untuk meningkatkan populasi sapi dan kerbau di Bumi Tegar Beriman," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja, Selasa (30/6/2020).

Dia menerangkan, jika kerbau dikawinkan secara natural maka khusus untuk sapi agar hamil disuntikkan sperma yang dilakukan penyuluh.

"Untuk penyuntikan sperma agar sapi ini hamil maka pemerintah pun memberikan subsidi sperma sapi dan berikut biaya suntiknya, peningkatan target sapi dan kerbau yang bunting ini cukup besar karena angka kelahiran sapi dan kerbau sebelumnya mencapai 3.000an ekor," terangnya.

Sedangkan, Kabid Peternakan Ramila menuturkan tidak ada kendala berarti dalam meningkatkan populasi sapi dan kerbau, namun secara alamiah sapi dan kerbau hanya hamil selama sekali dalam satu tahun.

"Kendala mah tidak ada, bahkan semua pelaporam pelaksanaan suntik sperma dan angka kelahiran itu kami lakukan secara online ke Kementerian Pertanian. Kami tidak bisa meningkatkan jumlah target kelahiran sapi dan kerbau terlalu banyak karena hewan-hewan ternak ini kan hanya bisa satu kali hamil dalam rentang waktu 12 hingga 16 bulan," tutur Ramila.

Dia melanjutkan, untuk melindungi hewan ternak sapi dan kerbau, para peternak juga diberikan subsidi asuransi usaha ternak dari harusnya Rp200 ribu menjadi Rp40 ribu saja.

"Dengan mengikuti asuransi usaha ternak sapi dan kerbau, apabila hewan sapi atau kerbau mereka mati atau hilang tanpa kelalaian akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp10 juta dari perusahaan asuransi Jasindo," lanjutnya. (Reza Zurifwan)