Soal Rekomendasi Golkar untuk Nia, Deding Ishak: Kok Begini?

Soal Rekomendasi Golkar untuk Nia, Deding Ishak: Kok Begini?

INILAH, Bandung – Bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, Deding Ishak, mempertanyakan pernyataan dari Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, soal ekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menggelar rapat pleno dan mengeluarkan rekomedasi nama bakal calon bupati Bandung pada pilkada 2020, yakni Kurnia Agustina Naser. 

Menurutnya, hingga saat ini survei terhadap para bakal calon bupati dan wakil bupati dari Partai Golkar belum dilaksanakan. 

“Sepengetahuan saya dan dikonfirmasi ke Jakarta (DPP), itu tidak ada. Baru sebatas usulan-usulan. Dari delapan bakal calon jadi empat nama, yakni Dadang Supriatna, Deding Ishak, Kurnia Agustin Naser dan Yoga Santosa. Lalu kita semua diundang dalam rakor antara DPP, Bidang Pemenangan Partai Jawa 1 dengan para bakal calon dari Jabar. Dihadiri juga oleh Pak Iswara dan jajarannya dan juga para pimpinan partai dari kabupaten/kota,” kata Deding, Rabu (1/7/2020).

Dalam rakor tersebut, kata Deding, disebutkan dan disepakati jika penetapan bakal calon bupati dan wakil bupati itu melalui mekanisme survei. Survei yang dilakukan lembaga survei independen itu bertujuan untuk melihat dan menguji popularitas, elektabilitas para bakal calon tersebut. Kemudian hasil survei itu akan disampaikan kepada para bakal calon.

“Undangan rakor itu sekitar bulan lalu, dan saat itu disampaikan jika mekansime penetapan bakal calon itu dari survei akan dilaksanakan pada Juli dan Agustus mendatang. Jadi sampai saat ini belum ada survei resmi. Jadi nggak mungkin ada keputusan DPP sebelum adanya survei. Apa artinya survei kalau seperti itu,” ujarnya.

Deding melanjutkan, munculnya pengumuman yang dikeluarkan oleh DPD Partau Golkar Kabupaten Bandung itu, sangat disayangkan. Karena tidak menghargai mekanisme, serta tidak menghargai kebesaran Partai Golkar sebagai partai yang demokratis dan terbuka. 

Padahal sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser dan jajarannya banyak mendapatkan apresiasi karena berani melakukan penjaringan melalui mekanisme semacam konvensi. Namun sayangnya, dicederai bumbu politik yang mungkin dilakukan tim sukses bakal calon Kurnia Agustina Naser ini.

“Sangat disayangkan mekanisme yang sudah dibangun Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung dan jajarannya itu menjadi antiklimaks. Kalau saya pribadi tidak merasa terganggu. Politik itu dinamis. Cuma dengan cara cara seperti itu justu mengecilkan nama ibu Kurnia Agustina Naser. Maksudnya, semua siap ikut kompetisi dan mengikuti mekanisme, tapi tiba tiba seperti ini?” katanya.  (dani r nugraha)