Gugus Tugas: AKB Bukan Berarti Kembali Ke Zaman Normal

Gugus Tugas: AKB Bukan Berarti Kembali Ke Zaman Normal

INILAH, Bandung - Masyarakat Jawa Barat menyambut adaptasi kebiasaan baru (AKB). Hal itu ditandai dengan mulai beroperasinya sejumlah sektor yang sebelumnya sempat dilarang beraktivitas pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan pada masa AKB ini. 

"Bukan berarti kita kembali ke zaman normal seperti dulu," ujar Daud, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, memasuki masa AKB ini sudah tampak lalu lintas di jalan kembali padat. Karena itu, pihaknya tidak akan melonggarkan kewaspadaan untuk melakukan pengawasan bersama sejumlah pihak pengamanan yang terlibat. 

Mengingat, terdapat  beberapa kegiatan yang tadinya tidak diperbolehkan beroperasi saat PSBB namun di masa AKB ini sudah diperbolehkan. 

"Tapi tentunya dengan tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang berlaku di setiap titik tiiki kegiatan," jelasnya. 

Daud menambahkan, guna memutus penyebaran Covid-19. Di mana terhitung pada Rabu (1/7/2020), bertambah 84 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kendati demikian, jumlah pasien sembuh pun lebih mendominasi, yaitu 85 orang. 

"Angka sembuh kemarin 1.522 dan hari ini bertambah 85 menjadi  1.607. Di sisi lain yang poitif bertambah, kemarin 3.134 orang hari ini 3.218, jadi ada 84 yang positif. Yang positif aktif 1.435 turun dua orang dari kemarin 1.437," jelasnya. 

Daud berharap seluruh pihak termasuk masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan guna menangkal penyebaran Covid-19. Dua menyampaikan, ada tiga poin yang mesti diperhatikan betul oleh masyarkat dalam menjalankan aktivitas di masa AKB.

"Memakai masker, menjaga jarak,  pola hidup bersih dan sehat itu yang kita harus lakukan," pungkas Daud. (Rianto Nurdiansyah)