Anggota Dewan dan Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

Anggota Dewan dan Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Prihatin dengan buruknya kondisi jalan yang menghubunhkan Desa Tegalluar dan Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Anggota DPRD Provinsi Jabar Dadang Supriatna bersama masyarakat melakukan kegiatan sosial berupa pengurukan jalan, Rabu (1/7/2020).

"Jalannya rusak parah kurang lebih sekitar 200 meter. Jika terus dibiarkan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengguna motor dan mobil," kata Dadang di lokasi pengurukan.

Pengurukan dilakukan dengan mengerahkan beberapa dump truk bebatuan. Masyarakat sangat antusias melakukan kerja bakti memperbaiki jalan. Pengurukan ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan jalan yang berstatus milik Pemerintah Kabupaten Bandung ini.

"Pengurukan jalan ini dalam upaya merespon aspirasi warga yang disampaikan kepada kami," ujarnya.

Dikatakan Dadang, pengurukan jalan rusak tersebut, menggunakan anggaran swadaya. Sebenarnya, untuk memperbaiki jalan yang rusak ini kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bandung.
 
"Tidak ada salahnya saya sebagai warga Desa Tegalluar turut peduli untuk membantu pemerintah dalam upaya memperbaiki jalan yang rusak. 
Mengingat masyarakat sudah lama mengeluhkan kerusakan jalan tersebut," katanya.

Dadang berharap, setelah dilakukan pengurukan alangkah baiknya jika ditindaklanjuti dengan pengaspalan atau pengecoran. Sehingga masyarakat tak mencemaskan lagi keselamatan jiwanya saat melintas di jalan tersebut. Kata dia, memang selama ini sejumlah ruas jalan di Kecamatan Bojongsoang banyak yang rawan rusak karena rawan tergenang banjir dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Sudah beberapa kali kejadian, Kecamatan Bojongsoang lumpuh total karena tergenang banjir. Sempat selama lima hari aktivitas masyarakat lumpuh akibat terendam banjir luapan Sungai Citarum," ujarnya.

Seperti diketahui, selama ini Dadang dikenal tak pernah bosan membantu masyarakat. Termasuk dalam upaya penanggulangan ancaman banjir setiap memasuki musim hujan. Salah satu yang ia harapkan kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan danau buatan di masing-masing kecamatan sebagai daerah resapan air. 

"Jika ada pembangunan danau buatan di masing-masing kecamatan dapat mengurangi luncuran air ke kawasan yang lebih rendah, yang selama ini rawan banjir," katanya. 

Dikatakan Dadang, pembangunan danau buatan itu banyak manfaatnya, selain untuk daerah resapan air dan tempat penampungan air, juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi destinasi wisata baru.

"Selain menjadi resapan air dan destinasi wisata, air danau buatan itu bisa digunakan untuk suplai air ke perusahaan industri. Bahkan air baku bisa diolah untuk menjadi sumber air bersih, sehingga secara ekonomi dapat menghasilkan," ujarnya. (Dani R Nugraha)