HUT Bhayangkara ke-74, 1935 Personel dan PNS Polda Jabar Naik Pangkat

HUT Bhayangkara ke-74, 1935 Personel dan PNS Polda Jabar Naik Pangkat
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi. (Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Sebanyak 1.935 orang personel dan PNS Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mendapatkan kenaikan pangkat di HUT Bhayangkara ke-74.

Kenaikan pangkat tersebut diberikan secara simbolis melalui kegiatan Upacara Korps Raport kenaikan pangkat anggota Polri Polda Jabar TMT 1 Juli 2020 dan PNS Polri.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, mengatakan, kenaikan pangkat di HUT Bhayangkara ke-74 sejatinya harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara sebagaimana kebijakan Pimpinan Polri dalam penguatan Polri yang profesional, modern dan terpercaya menuju Indonesia maju.

"Kenaikan pangkat ini bertepatan dengan hari Bhayangkara ke-74 yang diharapkan bahwa Polri harus dapat mereformasi diri secara total. Selalu berupaya memperbaiki diri untuk lebih professional dan modern dari jenjang tertinggi sampai dengan jenjang yang paling rendah sekalipun," ucap Kapolda Rudy usai Upacara Korps Raport kenaikan pangkat anggota Polri Polda Jabar TMT 1 Juli 2020 dan PNS Polri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Rabu (1/7/2020).

Rudy mengungkapkan, komitmen darinya selaku pimpinan di Polda Jabar, selain memberikan kenaikan pangkat terhadap anggota yang dinilai berprestasi. Pihaknya, juga tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran.

"Saya komitmen dengan pak Wakapolda, untuk Polda Jabar kalau ada anggota berprestasi kita berikan pengharagaan kalau ada yang melakukan pelanggaran kita hukum," ujar Rudy.

Saat disinggung penghargaan untuk tenaga kesehatan Polda Jabar yang berjuang ditengah pandemi Covid-19. Rudy menambahkan, pihaknya sedang melakukan pendataan terkait hal tersebut.

"Kita sedang susun penghargaan juga untuk anggota yang tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, tapi kita sedang data siapa-siapa saja jangan sampai salah sasaran," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)