Parmusi Jabar Tolak RUU HIP

Parmusi Jabar Tolak RUU HIP
istimewa

INILAH, Bandung - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Jabar menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Organisasi kemasyarakatan itu pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut dan mengadili inisiator dibalik munculnya RUU HIP.

Ketua Parmusi Jabar Harry Maksum mengatakan, penolakan tersebut dituangkan dalam satu deklarasi bersama yang ditandantangani 18 perwakilan pengurus daerah Parmusi di Jabar. Menurutnya, sikap tegas penolakan itu karena ada indikasi pembahasannya diteruskan dengan mengubah nama RUU dan merevisi sebagaian isinya.

“RUU HIP adalah ancaman bukan hanya bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena ada indikasi muatan-muatan politis di balik pembahasan RUU tersebut,” kata Harry, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan, atas dasar tersebut pihaknya bersama 18 pengurus daerah Parmusi di Jabar mengeluarkan deklarasi bersama yang pada intinya menolak RUU HIP atau apapun namanya dijadikan undang-undang. Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendesak pemerintah dan DPR untuk segera membatalkan pembahasan RUU tersebut.

“Kami juga sepakat untuk mendesak DPR segera mencabut RUU HIP dari Prolegnas (program legislasi nasional),” ungkap Harry.

Selain penolakan terhadap RUU HIP, Parmusi Jabar juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas inisiator dibalik RUU HIP dan segera memproses secara hukum para aktornya karena mereka dinilai telah berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lainnya yakni Ekasila.

“Pokoknya jangan sampai terjadi ada perugahan ideologi Pancasila yang memungkinkan tumbuhnya ideologi-idelogi baru yang tidak sesuai dengan norma hukum dan ajaran agama. Kami telah bertekad akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas,” ucapnya. (*)