Sebulan Penuh, Kota Bogor Akan Memasuki Pra AKB

Sebulan Penuh, Kota Bogor Akan Memasuki Pra AKB
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengambil strategi baru. Kini dia memutuskan Kota Hujan memberlakukan kebijakan pra adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Menurutnya, langkah itu diambil lantaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi proporsional di daerahnya berakhir hari ini. Mulai Jumat (3/7/2020) besok, Kota Bogor memasuki fase pra AKB.

"Fase pra AKB ini akan berjalan selama satu bulan penuh. Kita ajukan hari ini ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil," kata Bima, Kamis (2/7/2020).

Pada fase pra AKB ini diakuinya sejumlah sektor belum bisa menerapkan AKB secara penuh. Dia mencontohkan, kini pengemudi ojek online maupun ojek pangkalan diizinkan mengangkut penumpang mulai pukul 04.00-22.00 WIB. Syaratnya, setiap kendaraan yang dipakai itu disemprot disinfektan, disediakan hair net, dan hand sanitizer.

"Kepada setiap penumpang diberikan hair net. Dalam kendaraan ada penyekat, bisa melekat seperti diransel. Pemkot Bogor mewajibkan setiap operator menyediakan cek poin kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan pengemudi," jelasnya.

Selain layanan ojek, mobil angkutan perkotaan (Angkot) juga nanti ditambah kapasitas penumpang menjadi 60 persen dari kapasitas. Untuk terminal dan stasiun, jam operasional ditambah dari pukul 04.00-22.00 WIB. Sedangkan, kendaraan pribadi boleh mengangkut penumpang sesuai daya tampung.

"Hotel juga boleh menyelenggarakan seminar atau resepsi pernikahan yang diajukan ke pemerintah dengan protokol kesehatan yang ketat. Mekanismenya sama seperti di mal. Hanya hotel yang siap nantinya boleh mulai beroperasi. Secara bertahap industri MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions) diperbolehkan," bebernya.

Bima melanjutkan, untuk tempat wisata dipersilakan mengajukan operasionalisasi dengan protokol kesehatan. Namun, sejumlah tempat yang masih dilarang beroperasi di antaranya kolam renang, bidang pendidikan,

"Taman-taman dipersilakan dibuka bertahap. Tapi, tempat panti pijat dan karaoke belum diizinkan beroperasi. Termasuk, tempat spa yang belum diizinkan karena high risk," ujarnya. (Rizki Mauludi)