PSMS-Sriwijaya Heran Ada Tim Tak Setuju Liga Dilanjutkan

PSMS-Sriwijaya Heran Ada Tim Tak Setuju Liga Dilanjutkan
Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja. (antara)

INILAH, Jakarta - Manajemen klub Liga 2 PSMS Medan dan Sriwijaya FC merasa heran masih ada tim yang tidak setuju liga dilanjutkan di tengah pandemi Covid-19 sesuai dengan keputusan PSSI.

"Waktu rapat virtual, mereka meng-iya-kan. Namun, kok, sekarang bilang tidak? Seharusnya kalau sudah menyatakan iya, ya, iya saja," ujar Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Kamis.

Sementara Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat dengan sikap beberapa klub dari Liga 1 tersebut.

Menurut Hendri, tim-tim itu tampak lebih menonjolkan ego masing-masing. "Kalau mengedepankan ego, memang akan sulit memahami keinginan PSSI. Padahal PSSI sudah sangat memberikan win-win solution," tutur pria yang juga wakil direktur utama perusahaan penaung Sriwijaya FC PT Sriwijaya Optimis Mandiri tersebut.

PSSI resmi memutuskan Liga 1, 2 dan 3 Indonesia musim 2020 bergulir kembali mulai Oktober 2020 melalui surat keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 27 Juni 2020.

Akan tetapi, meski kebijakan itu dikeluarkan setelah rapat virtual dengan klub-klub peserta liga, asosiasi provinsi, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), ada tiga tim dari Liga 1 yang menyatakan tidak setuju jika liga dilanjutkan.

Ketiga klub tersebut adalah Persebaya, Barito Putera dan Persik Kediri. Manajemen klub itu beralasan, terlalu berisiko memutar liga di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai jalan keluar, pihak klub PSMS dan Sriwijaya FC mengusulkan agar PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) kembali mengadakan pertemuan dengan para klub.

"Kalau bisa tidak semua klub, perwakilan saja. Pentolan-pentolannya yang mengerti situasi dan bisa jadi juru bicara. Misalnya Liga 1 diwakili lima klub, Liga 2 juga lima klub. Nanti di sana dibicarakan juga soal subsidi, gaji pemain dan lain-lain," tutur Julius Raja. (antara)