Simpang Siur Kurnia Naser Balon Bupati Bandung, Ade Barkah: Mohon Sabar!

Simpang Siur Kurnia Naser Balon Bupati Bandung, Ade Barkah: Mohon Sabar!
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman. (Istimewa)

INILAH, Bandung- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman membantah klaim dari Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Cecep Suhedar, soal rekomendasi bakal calon bupati Bandung yang diberikan kepada Kurnia Agustina Naser.

"Masih berproses di DPP Golkar, sampai saat ini belum ada rekom yang terbit dari DPP. Mohon Golkar Kab bersabar, Golkar Jabar sangat hati hati dalam hal ini demi menjaga kekompakan kader. Mohon sabar mudah mudahan beberapa waktu kedepan segera ketahuan siapa yang kami usung," kata Ade Barkah melalui pesan singkat SMS, Jumat (3/7/2020).

Seperti diketahui, pada Selasa (30/6/2020) malam lalu Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar mengumunkan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menggelar rapat pleno dan mengeluarkan rekomedasi nama bakal calon bupati Bandung pada pilkada 2020, yakni Kurnia Agustina Naser.

"Ini masih informasi awal yang diterima secara lisan," kata  Cecep.

Dikatakan Cecep, pada Minggu (28/6/2020) tim Pilkada DPP Partai Golkar menggelar rapat pleno terkait penentuan penerima surat rekomendasi bakal calon bupati, walikota, wakil bupati dan wakil bupati dari Partai Golkar dalam pilkada serentak 2020.

Pernyataan Cecep dalam konfrensi pers tersebut, juga dibantah oleh salah seorang peserta konvensi bakal calon Bupati dari Partai Golkar yakni Deding Ishak. Menurut Deding, Karena  hingga saat ini survei terhadap para bakal calon bupati dan wakil bupati dari Partai Golkar belum dilaksanakan. 

"Sepengetahuan saya dan dikonfirmasi ke Jakarta (DPP) itu tidak ada. Baru sebatas usulan-usulan. Kan dari delapan bakal calon jadi empat nama, yakni Dadang Supriatna, Deding Ishak, Kurnia Agustin Naser dan Yoga Santosa. Lalu kita semua diundang dalam rakor antara DPP, bidang Pemenangan Partai Jawa 1 dengan para bakal calon dari Jabar. Dihadiri juga oleh pak Iswara dan jajarannya dan juga para pimpinan partai dari Kabupaten Kota," kata Deding, Rabu (1/7/2020).

Dalam rakor tersebut, kata Deding, disebutkan dan disepakati jika penetapan bakal calon bupati dan wakil bupati itu melalui mekanisme survei. Survei yang dilakukan oleh lembaga survei independen itu bertujuan untuk melihat dan menguji popularitas, elektabilitas para bakal calon tersebut. Kemudian hasil survei itu akan disampaikan kepada para bakal calon.

"Undangan rakor itu sekitar bulan lalu, dan saat itu disampaikan jika mekansime penetapan bakal calon itu dari survei akan dilaksanakan pada Juli dan Agustus mendatang. Jadi sampai saat ini belum ada survei resmi, jadi enggak mungkin ada keputusan DPP sebelum adanya survei, jadi apa artinya survei kalau seperti itu," ujarnya. (rd dani r nugraha).