Keluarkan Perbup Bogor Nomor 40 Tahun 2020, Ini Aturan PSBB Transisi

Keluarkan Perbup Bogor Nomor 40 Tahun 2020, Ini Aturan PSBB Transisi
istimewa

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor mulai Rabu (2/7) hingga Kamis (16/7) menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bogor  nomor 40 Tahun 2020.

Hal itu berdasarkan hasil rapat evaluasi pelaksanaan PSBB di Bogor Depok Bekasi (Bodebek)  melalui video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dimana Kabupaten Bogor masih berada dilevel 3, namun angka rata rata penularan (Rt) sudah menurun pada angka 0,66 sehingga memungkinkan untuk menerapkan PSBB pada masa transisi menuju masyarakat sehat aman dan produktif.

"Berdasarkan hasil kajian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, beberapa sektor telah dilonggarkan dan boleh beroperasi seperti Rumah Sakit, fasilitas kesehatan tingkat pertama, aktivitas perkantoran, aktivitas perbankan, aktivitas hotel hingga aktivitas resort dengan syarat menjalankan protokol kesehatan secara ketat lalu untuk hotel dan resort maksimal daya okuvansinya hanya 50 persen," ucap Ketua Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Jumat (3/7). 

Wanita berusia 52 tahun yang sudah lebih dari 1 tahun lebih menjabat sebagai Bupati Bogor ini menerangkan untuk aktivitas home stay, gym, spa, panti pijat, refleksi, karaoke dan bioskop masih belum boleh beroperasi.

"Sedangkan aktivitas wisata alam non air, desa wisata dan konservasi alam atau hewan ex sit dan wisata buatan (wahana permainan) dilaksanakan dengan jam operasional dari jam 06.00-16.00 WIB, dengan jumlah pengunjung maksimal 50% dan 30 persen dari total kapasitas," terangnya.

Untuk aktivitas industri manufaktur, Ade menuturkan dilaksanakan dengan jam operasional melalui pengurangan jam kerja atau pengaturan shift, serta membatasi jumlah pekerja yang dilaksanakan dengan menjaga jarak antar pekerja 1,5 meter.

Sedangkan aktivitas di warung makan/restoran/cafe dilaksanakan dengan jam operasional dari jam 08.00-20.00 WIB dengan jumlah pengunjung maksimal 50 %  dari kapasitas ruangan.

"Petugas yang melayani di warung makan; restoran dan cafe harus berpakaian khusus, selain makan ditempat mereka juga melayani take away," tutur Ade.

Ibu dua orang anak ini menjelaskan aktivitas di mall dilaksanakan dengan membatasi jam operasional dari jam 10.00-20.00 WIB dan jumlah pengunjung dibatasi maksimal 60% dari luas bangunan komersial.

"Sedangkan aktivitas di supermarket dilaksanakan dengan jam operasional dari jam 10.00-20.00 WIB dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas ruang belanja, lalu aktivitas di pasar rakyat dilaksanakan dengan pembatasan jam operasional dari jam 04.00-16.00 WIB dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas pasar," jelasnya.

Ade menambahkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan pendidikan keagamaan melakukan pembelajaran online, kecuali pondok pesantren dan pendidikan tinggi.

"Sedamgkan kegiatan aktivitas Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) dilaksanakan dengan syarat memperoleh rekomendasi dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat," tambah Ade. 

Ia melanjutkan Aktivitas transportasi publik dibatasi jumlah penumpang maksimal 50% dan untuk ojek online maupun pangkalan 

diperbolehkan mengangkut penumpang asalkan  menerapkan protokol Kesehatan secara ketat dan pengaturan jam operasional. (Reza Zurifwan)