Peduli Lingkungan, Tim PKM Unisba Berikan Pelatihan Mengenai Pengelolaan Limbah

Peduli Lingkungan, Tim PKM Unisba Berikan Pelatihan Mengenai Pengelolaan Limbah
istimewa

INILAH, Bandung - Univertas Islam Bandung (Unisba) melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema dampak berbahaya dari limbah pabrik terhadap lingkungan. Kegiatan dilaksanakan desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Ketua Tim PKM Unisba Linda Pulungan mengatakan, kegiatan ini berawal dari adanya pencemaran terhadap air sungai di desa Kutawaringin yang disebabkan kegiatan pengolahan emas yang dilakukan Koperasi Usaha Serba Mandiri. Koperasi ini berlokasi di sepanjang aliran sungai dan mereka menggunakan senyawa logam merkuri sebagai bahan dasar untuk pengolahan emas.

"Agar terciptanya lingkungan yang baik, maka tim PKM melakukan kegiatan pemberdayaan potensi masyarakat dengan cara mendukung terlaksananya kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat seputar bahaya merkuri bagi lingkungan dan kesehatan manusia," ujar Linda, Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan untuk menanggulangi dampak yang timbul dari kegiatan pengolahan emas tersebut, tentu harus melihat dan menyesuaikannya dengan peraturan yang berlaku. Peraturan tentang hal itu dapat dijumpai dari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 202 Tahun 2004 lampiran II tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Pengolahan Bijih Emas dan atau Tembaga.

Sehingga dengan adanya peraturan ini, dapat menciptakan kondisi lingkungan yang baik. Salah satu contohnya yaitu kondisi air sungai desa Kutawaringin yang tidak tercemar dan tidak berbahaya bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan PKM ini berlangsung dengan pembagian tahap menjadi dua, pertama yaitu tahap penyuluhan yang memberikan edukasi tentang bahaya logam merkuri pada lingkungan. Tahap kedua yaitu pelatihan yang memperlihatkan percontohan tim PKM dalam rangka mengurangi kandungan merkuri di air limbah dengan tanaman eceng gondok.

"Penyuluhan kegiatan PKM ini terfokus pada dampak berbahaya senyawa merkuri bagi lingkungan dan manusia yang tinggal di sekitarnya. Selain itu dilakukan juga pelatihan guna mengurangi kandungan senyawa logam merkuri pada air limbah yang dibuang ke aliran sungai," tuturnya.

Lalu tim PKM juga menerapkan metode fitoremediasi dalam melakukan pelatihan untuk mengurangi kandungan senyawa logam merkuri pada air limbah, yaitu mengurangi kandungan senyawa tersebut dengan tanaman eceng gondok.

Kegiatan pelatihan tersebut akan melibatkan penambang emas yang ada di desa Kutawaringin, hal ini mendorong masyarakat sekitar penambangan untuk ikut terlibat dalam pengelolaan lingkungan. Semakin banyak masyarakat yang ikut serta, maka penanggulangan limbah ini pun akan semakin cepat.

"Dilakukannya kegiatan bermanfaat ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat agar lebih peduli kepada lingkungan sekitar dan juga agar dampak buruknya tidak menimpa masyarakat yang tinggal di sekitarnya," tambah Linda. (Okky Adiana)