SMAN 15 Bandung Terima Peserta Didik Baru Sebanyak 385 Siswa

SMAN 15 Bandung Terima Peserta Didik Baru Sebanyak 385 Siswa
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 15 Bandung
Yanie Yuhaeni mengatakan, pihak sekolah akan menerima siswa baru sebanyak 385 siswa. Para peserta didik baru itu akan diwadahi dalam 11 kelas.

"Pendaftarannya kemarin dibuka dari tanggal 25, 26, 29, 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2020. Nanti diumumkan tanggal 8 Juli 2020. Mereka yang diterima di tahap dua harus melakukan daftar ulang, tanggal 9 dan 10 Juli 2020," ucap Yanie, Jumat (3/7/2020).

Dia menuturkan, pada tahap pertama secara persentase pendaftar hampir 99 persen mereka mendaftar secara mandiri ataupun melalui sekolah asalnya. Sisanya, ada yang datang langsung dan difasiltasi SMAN 15 Bandung.

“Saat PPDB tahap satu ada beberapa pendaftar yang dibantu panitia PPDB SMAN 15 Bandung, khususnya dalam memperbaiki titik koordinat, karena salah. Bahkan titik koordinatnya ada yang di Amerika dan belahan dunia lainnya. Kalau yang datang langsung ke sekolah setiap harinya ada sekitar 15 sampai 20 orang,” kata Yanie.

Yanie menambahkan, panitia PPDB SMAN 15 Kota Bandung setiap hari membuka pelayanan dari pukul 08.00-12.00 WIB. Saat pelaksanaan daftar ulang pihak sekolah pun berusaha keras dan memastikan agar siswa yang diterima di jalur ekonomi keluarga tidak mampu (EKTM) khususnya telah melakukan daftar ulang.

“Waktu pelaksanaan daftar ulang kami terus melakukan komunikasi dengan orangtuanya. Sampai mau habis pendaftaran ulang ada sekitar 6 orang yang dibujuk agar mau belajar di SMAN 15 Bandung,” kata Yanie.

Dia berharap meskipun dilangsungkan di tengah keterbatasan dan pandemi Covid-19, secara umum bisa berjalan lancar. Pihaknya pun siap menyukseskan kegiatan tersebut demi mewujudkan pendidikan di Jabar lebih baik dan maju.

Sementara itu, Kepala SMAN 15 Kota Bandung Hatta Saputra menambahkan PPDB di Indonesia merupakan pintu gerbang untuk warga negaranya yang merupakan bagian kecil dari sebuah proses pendidikan di tanah air.

Menurutnya, proses PPDB merupakan entry point atau titik masuk bagi para siswa agar harapan dan cita-cita calon siswa baru dapat tercapai. Maka dari itu pihaknya pun berusaha melakukan proses PPDB seoptimal mungkin.

“Harus ada keseimbangan antara kegiatan mencari ilmu dengan mengembangkan prestasi non-akademik. Maka sukses PPDB adalah cerminan seorang siswa yang keluar dari sekolahnya,” kata Hatta. (Okky Adiana)