SWI Temukan 105 Fintech dan 99 Entitas Penawaran Investasi Ilegal

SWI Temukan 105 Fintech dan 99 Entitas Penawaran Investasi Ilegal
istimewa

INILAH, Bandung - Satgas Waspada Investasi (SWI) menilai, kondisi melemahnya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini dimanfaatkan perusahaan fintech ilegal menjerat masyarakat sebagai korban.

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan, penindakan pada Juni lalu pihaknya berhasil menemukan 105 fintech ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam.

"Sebanyak 105 fintech peer to peer lending ilegal itu tidak terdaftar dan berizin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang merupakan otoritas perizinan, pengaturan dan pengawasan layanan fintech peer to peer lending," kata Tongam dalam jumpa pers virtual bersama pihak Bareskrim Polri, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, para pelaku yang tidak bertanggung jawab itu mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal, pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat.

Selain mengenakan tingkat bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek, mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone.

"Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan," ujarnya.

Guna mencegah tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi itu, Tongam mengakui pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak khususnya Kepolisian RI (Polri) guna mempercepat penindakan berbagai laporan investasi ilegal dan fintech ilegal.

"Pihak kepolisian sudah tergabung dalam SWI, semua temuan SWI juga selalu kami teruskan kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan penindakan sesuai ketentuan. Penindakan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah para pelaku investasi ilegal dan fintech ilegal beroperasi kembali yang bisa merugikan masyarakat," jelasnya.

Tongam membeberkan, sejak 2018 hingga Juni 2020 pihaknya menangani sebanyak 2.591 entitas.

 Dia mengimbau, masyarakat bisa memperoleh informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

"Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 (WA 081157157157), email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id," jelasnya. (*)