PHRI Jabar Targetkan Angka Okupansi Hotel Meningkat 35 Persen di Akhir Tahun

PHRI Jabar Targetkan Angka Okupansi Hotel Meningkat 35 Persen di Akhir Tahun

INILAH, Bandung - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menargetkan okupansi hotel meningkat hingga 35 persen, sejak diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Meski begitu, hingga saat ini kenaikan okupansi hotel belum signifikan.

Hal tersebut disampaikan, Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2020).

"Kalau PHRI mentargetkan sampai dengan Juli 10 - 15 persen okupansi. Nanti Agustus sampai akhir tahun, kita mentargetkan itu ada 30-35 persen itu target ya," ucap Herman.

Herman menjelaskan, sejak diberlakukannya AKB pada sejumlah wilayah di Jawa Barat tingkat okupansi hotel mulai merangkak naik. Namun, hal tersebut hanya terjadi pada saat akhir pekan, untuk hari kerja angka okupansi hotel masih belum memuaskan.

"Belum begitu kelihatan. Kalau malam minggu itu bagus, saya kira ada sampai 40 persen. 30 sampai 40 persen. Tapi setelah itu kan turun lagi. Hari biasa turun lagi di bawah 10 persen," ungkap Herman.

Saat disinggung, okupansi hotel-hotel yang berlokasi di dekat tempat wisata. Herman menambahkan, tempat wisata tidak menjamin meningkatnya okupansi hotel.

Pasalnya, lanjut herman, masih ada pembatasan pergerakan orang secara nasional. Oleh karena itu, meski tempat wisata telah dibuka kembali, tetap saja belum dapat mendongkrak secara signifikan angka okupansi hotel.

"Sekarang ini kan kita menunggu, kalau PSBB dibuka nasional itu mungkin ada pergerakan. Sekarang kan Gubernur pun membatasi orang Jakarta datang ke Bandung jadi makanya itu masih hambatan," pungkas Herman. (Ridwan Abdul Malik)