Dirikan BUMDes, Sekelompok Pemuda Pamijahan Tingkatkan Pendapatan Ratusan Petani

Dirikan BUMDes, Sekelompok Pemuda Pamijahan Tingkatkan Pendapatan Ratusan Petani
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Pamijahan - Sejumlah pemuda Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor kini menjadi pembeda. Mereka yang berasal dari Desa Ciasihan, Purabakti, Cibeuteung Wetan, dan Cibunian itu berhasil meingkatkan pendapatan petani setempat.

Awalnya, mereka mendapatkan dana corporate social responsibility (CSR) PT Astra Internasional sebesar Rp21 juta yagn dijadikan modal mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama. Dengan lembaga tersebut, para pemuda membina ratusan orang petani lokal terutama yang menghasilkan komoditas beras, kopi, cengkeh, dan ikan mas.

"Alhamdulillah dengan dana CSR dari PT Astra Internasional niat kami untuk meningkatkan pendapatan ekonomi petani binaan bisa terwujud walaupun perlahan, karena kami dalam  menjual produk pertanian seperti beras, cengkeh, dan kopi melakukan pemilahan kualitas produk," kata Ketua Umum BUMDes Bersama Herdiansyah kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

Dia menerangkan, selain meningkatkan pendapatan ratusan petani binaan kehadiran BUMDes itu pun membuka lowongan kerja kepada para pemuda korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Para pemuda pengangguran itu kini bisa menjadi buruh mengepak beras, memetik cengkeh, hingga memasarkan produk-produk pertanian.

Khusus kualitas beras, Herdiansyah menyebutkan pihaknya memberikan jaminan mutu. Pasalnya, bibit padi yang mereka tanam ialah jenis IR 64 dan Bio Situ Patenggang yang merupakan produk atau hasil penilitian kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Karena kualitas padi yang baik, hasil panen dengan kualitas premium bisa dijual Rp55 ribu per 5 kg. Harga itu sesuai dengan biaya produksi yang cukup tinggi," sebutnya.

Sama halnya dengan beras, dia menuturkan produk pertanian seperti kopi dan cengkeh juga dikemas dengan branding yang menarik. Sementara, ikan mas dijual ke tempat-tempat pemancingan.

Sebagai diversifkasi bisnis, ke depan BUMDes Bersama ini akan membuka unit usaha baru yaitu objek wisata alam dan koperasi simpan pinjam (KSP). Dia meyakini, kehadiran KSP itu akan menjadi solusi untuk kebutuhan modal. (Reza Zurifwan)