Tirta Pakuan Kebanjiran Aduan Lonjakan Tagihan

Tirta Pakuan Kebanjiran Aduan Lonjakan Tagihan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan kebanjiran pengaduan meningkatknya tagihan air di masa pandemi Covid-19. Mayoritas, aduan itu dikarenakan ketidakakuratan pembacaan meter. 

Salah satu pelanggan Perumda Tirta Pakuan, Selly Aswati mengatakan di rumahnyabiasa membayar tagihan air berkisar Rp120-130 ribu. Namun, dia kaget saat melihat tagihan Juli ini tagihannya membengkak hingga Rp704 ribu.

"Ini sangat luar biasa, kok bisa melonjak sangat tinggi. Kalau melonjak hingga harus Rp200 ribuan masih bisa terhitung logika. Ini cukup besar lonjakannya," katanya, Minggu (5/7/2020).

Sementara itu, Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Sonny Hendarwan mengatakan lonjakan tagihan air bulan Juli mayoritas karena akumulasi pemakaian kubikasi air pada masa pandemi Covid-19.

"Jadi pada masa PSBB berjalan April hingga Mei, perusahaan tidak melaksanakan pembacaan meter ke rumah-rumah pelanggan. Kami menerapkan program Baca Meter Mandiri. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona saat aktivitas pembacaan meter ke rumah pelanggan," ungkap Sonny.

Sonny melanjutkan, angka pelaporan meter mandiri kurang 10 persen dari total jumlah pelanggan Tirta Pakuan, pelanggan yang tak melapor kemudian dikenakan pemakaian rata-rata enam bulan terakhir. Pada awal Juni, petugas pembaca meteran kembali membaca meter ke rumah pelanggan. Sehingga muncul angka ril kubikasi pemakaian air pelanggan.

"Nah ini yang menyebabkan lonjakan pembayaran pada bulan Juli. Karena nilai tagihan yang muncul adalah nilai kubikasi ril dari pemakaian bulan April-Juni. Terkait tunggakan yang melonjak Tirta Pakuan akan menghitung dengan data yang ril, dan bilamana ada kesalahan di dalam penetapan kubikasi, misalnya terlalu tinggi menetapkan nilai rata-rata, maka Tirta Pakuan akan melakukan koreksi atau penyesuaian dengan mengembalikan kelebihan pembayaran," katanya.

Sonny menambahkan, mulai dari Maret 2020 pelanggan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Dampaknya, masyarakat menggunakan air lebih banyak di rumah.

"Saya mempersilakan pelanggan melaporkan keluhan lonjakan pembayaran rekening air bulan Juli kepada petugas hubungan langganan dengan membawa foto angka stand meter terakhir. Lonjakan tagihan juga bisa terjadi karena ada kebocoran pada jaringan perpipaan di dalam rumah pelanggan. Selain untuk meluruskan bahwa tidak ada penaikan tarif, penjelasan ini juga untuk menjawab keterkejutan masyarakat akan terjadinya lonjakan tagihan air," terangnya.

Sonny juga menyampaikan, Tirta Pakuan memahami apa yang dirasakan pelanggan saat ini. Pelanggan terkejut mengetahui tagihan airnya membengkak tidak seperti biasanya. Namun hal tersebut sebetulnya dapat teratasi.

"Kami paham pelanggan kaget. Kok tagihan bulan ini bisa naik, sampai beberapa kali lipat. Mohon jangan panik dulu. Pertama, saat mengetahui ada lonjakan pembayaran, pelanggan bisa langsung berkomunikasi dengan Tirta Pakuan. Baik datang langsung ke kantor, atau melalui Call Center di nomor 0251-8324111 dan WA 08111182123. Saat melapor, mohon sertakan angka stand meter terakhirnya. Silakan tanya, apa angkanya cocok tidak dengan data hasil pembacaan meter Tirta Pakuan. Kalau ternyata tidak cocok, angkanya bisa dikoreksi," tuturnya. (Rizki Mauludi)