Ade Yasin Bolehkan Sekolah Menggunakan Sistem Tatap Muka?

Ade Yasin Bolehkan Sekolah Menggunakan Sistem Tatap Muka?
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kendati dalam Perbup Nomor 40/2020 mengatur aktivitas sekolah dan pendidikan keagamaan dilakukan secara daring, namun Bupati Bogor Ade Yasin tidak menutup kemungkinan jika pembelajaran menggunakan sistem tatap muka.

"Jika ada sekolah yang siap pembelajarannya menggunakan sistem tatap muka dengan catatan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, maka Tim Gugus Tugas Penanggganan Covid 19 Kabupaten Bogor bisa saja memberikan rekomendasi," kata Ade kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

Dia menerangkan, alasan pemberian peluang sistem tatap muka itu karena kebanyakan anak-anak maupun orang tuanya kini relatif bosan dengan sistem pembelajaran jarak jauh tersebut.

"Memang ada aspirasi bahwa siswa maupun orang tuanya sudah boring belajar menggunakan sistem daring, tetapi kita gak mau para siswa terkapar karena terpapar wabah Covid-19 hingga kita membuka peluang para siswa kembali belajar menggunakan sistem tatap muka asalkan protokol kesehatannya mulai berangkat dari rumah, naik angkutan umum, kegiatan belajar di sekolah hingga kembali sampai di rumah dilaksanakan dengan ketat. Kalau tidak memenuhi syarat maka Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor tidak memberikan rekomendasi," terangnya.

Ade menjelaskan, dari 40 kecamatan itu lebih dari separuh masuk dalam zona merah. Selain itu, kurang dari separuh masuk dalam zona kuning dan hanya Kecamatan Tenjo yang masuk zona hijau penyebaran wabah Covid-19.

Dia melanjutkan, Pemkab Bogor dengan rekomendasi Kementerian Agama hingga saat ini hanya memperbolehkan pendidikan di pondok pesantren pembelajarannya tetap menggunakan sistem tatap muka.

"Siswa atau santri di pondok pesantren sudah diperbolehkan belajar menggunakan sistem tatap muka dengan alasan mereka dalam kondisi sehat, tidak boleh dijenguk kerabat, keluarga hingga bisa dikatakan sudah terisolasi. Aturan ini juga sudah dikeluarkan rekomendasinya oleh Kementerian Agama," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor Agus Sriyanta mengharapkan pihak sekolah yang sudah siap menerapkan secara disiplin protokol kesehatan untuk melakukan pembelajaran menggunakan sistem tatap muka.

"Sistem pembelajaran daring sudah membuat siswa dan orang tuanya bosan. Selain itu, para guru dan siswa jarang yang siap menggunakan sistem daring hingga jika ada sekolah yang siap menerapkan secara disiplin protokol kesehatan maka saya harap kembali menggunakan sistem tatap muka pembelajarannya tentunya dengan sistem shift. Adaptasi sistem pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini harus benar-benar dilaksanakan," harap Agus. (Reza Zurifwan)