Bansos Beras Bupati Bogor Tahap Kedua Disalurkan PD Pasar Tohaga

Bansos Beras Bupati Bogor Tahap Kedua Disalurkan PD Pasar Tohaga
Foto: Reza Zurifwan

INIlah, Bogor - Dikarenakan banyaknya keluhan akan kurang baiknya kualitas beras Bulog, Pemkab Bogor pun menghentikan kerja sama penyaluran bantuan beras dengan Gudang Bulog Dramaga.

Sebagai gantinya, Bupati Bogor Ade Yasin menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Pasar Tohaga. Nantinya, BUMD itu bertanggung jawab terkait penyaluran berupa beras 30 kg per bulan untuk 200 ribu keluarga penerima manfaat. 

"Kita sudah mengakhiri kerja sama penyaluran bantuan 6.000 ton beras di tahap pertama. Untuk bantuan tahap kedua ini Pemkab Bogor bekerjasama dengan PD Pasar Tohaga agar harga lebih murah, kualitas lebih bagus, dan waktu penyalurannnya lebih cepat," ujar Ade kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

Untuk itu, Ade meminta agar kualitas beras diperhatikan. Kalau PD Pasar tidak bisa menjamin hal itu, atau bahkan ada temuan beras berkutu pihaknya tak segan memutus jalinan kerja sama.

"Saya minta tidak boleh ada lagi beras berkutu dan raskin, kalau ada maka Pemkab Bogor siap memutus kerja samanya. Untuk asal beras, kabarnya didatangkan dari Kabupaten Bogor, Cianjur, Karawang, dan Sukabumi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan bersyukur konsep penyaluran bantuan beras disetujui Bupati Bogor Ade Yasin dan jajarannya, secara singkat ia mengungkapkan siap menyerap beras Kabupaten Bogor dalam pengadaan bantuan beras ini.

"Dalam pengadaan  penyaluran bantuan beras Bupati Bogor ini kami siap menyerap beras petani Kabupaten Bogor, kecamatan sentra beras ini ada di Kecamatan Cariu, Sukamakmur, Jonggol, Tanjungsari, Pamijahan dan beberapa kecamatan di sekitarnya," ungkap Haris. (Reza Zurifwan)