Awas, Wisata Corona!

Awas, Wisata Corona!
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Antara Foto)


INILAH, Bandung- Destinasi wisata masih rentan sebagai lokasi penyebar virus. Jika tak waspada, bukan tak mungkin muncul klaster baru dari sini.

Peringatan itu disampaikan Ridwan Kamil di Pangandaran. Dia bilang, warga Pangandaran, khususnya di lokasi wisata, harus waspada dan tak lengah dengan potensi penularan virus corona, penyebab Covid-19.

Peringatan Emil, sapaan akrabnya, bukan tanpa alasan. Di Pangandaran, misalnya, dia menyebut kasus baru Covid-19 tercatat dari wisatawan dan warga lokal yang bepergian ke daerah episentrum Covid-19.

“Ibaratnya, kewaspadaan terhadap Covid-19 ini seperti ronda. (Selama) 24 jam tak boleh lengah, kata Gubernur Jawa Barat itu.

Ridwan Kamil meluangkan waktu di tengah turing dalam rangkaian Hari Bhayangkara, mengunjungi destinasi wisata di Pangandaran, Minggu (5/7).. Dia sekaligus memantau aktivitas wisata di wilayah yang selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Emil menyebutkan sebagai destinasi wisata yang kini sudah kembali dibuka, Pantai Pangandaran berisiko terhadap penyebaran Covid-19 jika protokol kesehatan diabaikan. 

“Pangandaran ini destinasi pariwisata, maka pastilah ancaman (Covid-19) besar bila kita lengah. Karena itu saya titip ke Pak Bupati untuk terus meningkatkan komunikasi kepada warganya terkait potensi ini,” ucap Emil.

Selain itu, kewaspadaan di Pangandaran juga harus tetap dijaga sebagai salah satu daerah yang menggelar pilkada serentak Desember mendatang.

Menurut Emil, pandemi bisa saja masih terjadi dalam waktu lama jika kedisiplinan tidak dijaga dan vaksin belum ditemukan. “Saya titip juga Pangandaran dijaga kondusivitasnya dalam rangka pilkada bulan Desember. Jangan sampai menjadi klaster baru karena kita belum tahu pandemi ini kapan berakhir,” tuturnya.

Daerah wisata terhitung rentan penyebaran virus corona. Pasalnya, silih berganti orang datang. Lokasi wisata juga kerap memunculkan kerumunan, salah satu lokasi paling indah bagi penularan virus.

Dua pekan lalu, ketika jalur Puncak dibuka pertama kali, diketahui terdapat di antara pengunjung yang positif mengidap Covid-19. Setelah puluhan orang reaktif ketika dilakukan rapid test, dua di antaranya ternyata positif Covid-19.

Toh, keinginan warga berwisata tak bisa dihentikan, meski dengan risiko seperti itu. Minggu (5/7) sore, misalnya, jalur wisata Puncak-Cianjur macet satu arah menuju Bogor dengan ekor antrean mencapai belasan kilometer hingga jalan Raya Ciherang-Cianjur, akibat volume kendaraan dari luar kota sejak satu hari terakhir meningkat didominasi kendaraan Jakarta.

Pantauan di lapangan, antrean panjang kendaraan sudah terlihat sejak pagi hingga sore akibat tingginya volume kendaraan pendatang yang hendak menghabiskan liburan di kawasan Puncak-Cianjur, meskipun sejumlah tempat wisata di wilayah tersebut belum dibuka seluruhnya seperti Kebun Raya Cibodas dan tempat wisata milik pemerintah daerah lainnya.

“Sejak Sabtu pagi volume kendaraan dari arah Bogor menuju Cianjur, sudah terlihat meningkat. Bahkan Minggu pagi jumlah kendaraan terus meningkat meskipun sebagian besar tempat wisata di kawasan Puncak-Cipanas belum dibuka karena pembatasan selama pandemi Covid-19.

Tingginya volume kendaraan baru terjadi Minggu pertama bulan Juli,” kata seorang petugas Lalulintas Polres Cianjur, saat ditemui di Jalur Puncak-Cipanas.

Ia menjelaskan menjelang sore, antrean kendaraan mulai terlihat memanjang dengan laju kendaraan tersendat, sehingga sempat dilakukan rekayasa arus untuk menghindari terjadinya macet total. Bahkan menjelang siang sempat dilakukan satu arah menuju Puncak-Cianjur dari arah Bogor untuk mengantisipasi hal yang sama.

“Kalau antrean terus memanjang, kemungkinan sore ini akan dilakukan sistim satu arah menuju Bogor, sebagai upaya mencegah terjadinya macet total di jalur Puncak. Rekayasa arus masih dilakukan di sejumlah titik termasuk mengarahkan pengendara ke sejumlah jalur alternatif yang ada,” katanya.

Sementara sejumlah pengendara dari arah Cianjur menuju Bogor, mengatakan sudah terjebak antrean sejak pukul 14.00 WIB dengan laju kendaraan tersendat mulai dari depan Istana Cipanas. Untuk jarak beberapa ratus meter, pengendara harus menghabiskan waktu hingga 10 menit. Sehingga mereka berharap segera diberlakukan sistim satu arah menuju Bogor karena sudah terlalu lama terjebak kemacetan.

“Kalau dibilang total tidak, kendaraan masih bergerak dengan laju kendaraan tersendat selama beberapa menit. Kami menunggu satu arah diberlakukan agar dapat dengan cepat sampai ke rumah di wilayah Bogor. Kami baru pulang bersilaturahmi ke keluarga di Cibeber, Cianjur,” kata Agus (32) warga Kabupaten Bogor, saat di temui di Jalan Raya Cipanas.
Sekolah

Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menyatakan terkait kegiatan di sekolah, dia menegaskan bahwa sekolah secara fisik hanya boleh dilakukan di Zona Hijau atau Level 1. Saat ini, Kota Sukabumi menjadi satu-satunya Zona Hijau di Jabar.

Adapun kegiatan di pesantren sudah boleh dilakukan sesuai protokol kesehatan di masa Adaptasi Kegiatan Baru (AKB) karena pengelolaan dan kurikulum setiap pesantren berbeda sehingga tidak berpengaruh terhadap sistem pembelajaran.

“Selama (daerahnya) belum Zona Hijau, sekolah umum belum boleh (dibuka). Pesantren boleh karena kurikulumnya tidak sama setiap pesantren, jadi kalau ada yang mulai duluan atau telat tidak terlalu mempengaruhi sistem (pembelajaran), ujar Kang Emil.

“Kalau sekolah umum yang dikelola negara kurikulumnya sama. Maka ada delapan juta anak SD, SMP, SMA (di Jabar) yang harus kami lindungi. Untuk itu kita terus berusaha dan berdoa semoga daerah-daerah di Jabar kembali Hijau supaya kehidupan kembali normal,” katanya.

Selain meninjau protokol kesehatan, Kang Emil juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak COVID-19 dalam kegiatannya hari ini. Tak hanya di Pangandaran, paket sembako juga diberikan untuk warga Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis serta Kota Banjar melalui acara Touring Bakti Sosial HUT ke-74 Bhayangkara.

“Saya bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) melakukan pengecekan protokol-protokol kesehatan dan update Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar," kata Emil. (ing)