Kesempurnaan Tauhiid Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Kesempurnaan Tauhiid Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Ilustrasi/Net

SAHABATKU, Rasulullah Saw. adalah sosok yang selalu ingat kepada Allah Swt. Beliau tidak pernah sedikitpun lupa kepada Allah Swt. Beliau selalu ingat kepada Allah baik ketika dalam kesendirian maupun dalam keramaian. Sedang bangun maupun sedang tertidur. Beda dengan kita.

Rasulullah Saw. adalah seorang yang benar-benar sempurna tauhiidnya. Laa ilaaha illaallah, tiada tuhan selalin Allah Swt. Rasulullah Saw. tidak menuhankan apapun sehalus apapun, selain menuhankan Allah.

Dunia ini tidak ada apa-apanya bagi Rasulullah Saw. Tidak pernah beliau merasa bangga dengan kekuasaan, kedudukan dan popularitasnya di antara para pemimpin peradaban dunia. Rasulullah Saw. tidak pernah merasa takut kehilangan dunia, tidak ada rasa kecintaan kepada dunia sedikitpun. Meski ditawari dunia sebanyak apapun, Rasulullah Saw. tidak pernah gentar untuk tetap menegakkan tauhiid.

Kaum kafir Quraisy pernah mengarahkan berbagai macam ancaman dan juga pernah menawarkan kepada Rasulullah Saw. harta kekayaan yang melimpah, kekuasaan yang besar dan perhiasan dunia lainnya dengan syarat beliau mau menghentikan dakwah tauhiid di tanah Mekkah. Namun apa jawaban Rasulullah Saw.?

Rasulullah Saw. menjawab, “Demi Allah, seandainya mereka letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku menghentikan dakwah ini, maka selamanya aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah sendiri yang akan memenangkan agama ini atau aku binasa karenanya.”

Tauhiid yang kuat akan membuat dunia dan seisinya lumpuh di dalam hati, tidak ada apa-apanya. Rasulullah Saw. sangat sempurna tauhiidnya. Sehingga beliau melakukan apapun dengan ikhlas lillaahi ta’ala. Tidak ada di dalam hatinya rasa ingin dipuji, ingin diakui, dihargai demi kepentingan pribadi. Tidak ada itu. Kalaupun dalam kalimat syahadat ada nama beliau bersanding dengan nama Allah, itu karena kehendak Allah Swt. Beliau hanya senang pada apa yang disenangi Allah dan benci kepada apa yang dibenci oleh Allah Swt. Tidak ada yang beliau lakukan kecuali hanya karena Allah Swt.


Meski Rasulullah Saw. pernah disakiti, dimusuhi, diperangi, diboikot, dilempari kotoran unta, semua itu sama sekali tidak membuat beliau goyah. Karena beliau ikhlas menjalani perjuangan tauhiid. Tiga belas tahun lamanya beliau dakwah tauhiid di Mekkah, selama itu pula berbagai serangan dialamatkan kepada beliau. Namun, beliau tidak goyah.
Bukti bahwa tauhiid Rasulullah Saw. sempurna adalah beliau tahan menghadapi cobaan sedahsyat apapun. Rasulullah Saw. optimis dakwah akan berhasil karena yakin pada apa yang Alloh janjikan. Sedangkan Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji-Nya.” (QS. Ar Ra’du [13] : 31).

Orang yang tauhiidnya sempurna, bersih, lurus, Insyaa Allah akan diberikan kemenangan oleh Allah Swt. Semoga kita termasuk umat Rasulullah Saw. yang gemar dan giat mengikuti keteladanannya dalam menjaga keistiqomahan menjaga tauhiid yang sempurna di dalam hati. Wallohua’lam bishowab. (Kh Abdullah Gymnastiar)