Galian Tanah Merah di Sukatani Terkesan Kucing-kucingan

Galian Tanah Merah di Sukatani Terkesan Kucing-kucingan
istimewa

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta kembali dipusingkan dengan adanya aktivitas pertambangan kategori C. Kali ini, bukan pertambangan jenis pasir, melainkan jenis tanah merah. Salah satunya, terdapat jalur arteri Purwakarta-Bandung via Padalarang. Atau lebih tepatnya masuk ke wilayah Kecamatan Sukatani.

 

Adanya pertambangan tersebut, sontak saja membuat masyarakat yang ada di sekitar lokasi ataupun para pengguna jalan aretri ini uring-uringan. Karena, dengan adanya aktivitas tersebut sedikit besarnya telah menimbulkan persoalan tersendiri di masyarakat. Misalnya, menjadikan lingkungan kotor dan berdebu. Tak hanya itu, pertambangan ini pun berdampak pada arus lalulintas di jalur nasional tersebut.

 

M Ramdan (37), warga sekitar menuturkan, aktivitas galian tanah merah ini telah beroperasi sejak beberapa bulan terakhir. Beberapa waktu lalu, kata dia, lokasi pertambangan tanam merah ini sempat terhenti karena ditutup sementara oleh pihak terkait. Dirinya tak tahu persis, tanah dari galian ini akan dikirim kemana dan untuk tujuan apa.

 

Dia pun sempat melihat beberapa kali aparat gabungan menyegel lokasi pertambangan ini. Misalnya di awal Juni kemarin, ada rombongan dari Dinas ESDM Jabar yang datang ke lokasi dan menutup aktivitas pertambangan ini.

 

“Kucing-kucingan pak. Kemarin di tutup, besoknya beroperasi lagi,” ujar Ramdan, Senin (6/7/2020).

 

Dia pun tak menampik dengan adanya aktivitas pertambangan ini sangat berdampak pada lingkungan sekitar. Untuk itu, dirinya lebih setuju jika tambang ini ditutup. Apalagi, diduga tak ada kontribusinya ke pemerintah.

 

Senada dengan Ramdan, Jalaludin (35) seorang pengguna jalan mengaku, pihaknya menyayangkan, karena adanya aktivitas pertambangan ini membuat arus kendaraan kerap tersendar hingga beberapa kilometer. Dirinya tak tahu persis, tanah dari galian ini akan dikirim kemana dan untuk tujuan apa.

 

“Kami tidak tahu persis, tambanng ini ada izinnya atau tidak. Yang jelas, ini cukup berdampak terhadap lingkungan sekitar,” kata dia.

 

Dalam hal ini, pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan. Dirinya lebih setuju jika tambang ini ditutup. Apalagi, selain mengotori lingkungan, aktivitas tambang ini juga membuat arus lalu lintas tersendat akibat banyaknya kendaraan operasional tambang yang lalu-lalang.

 

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya kebanjiran laporan terkait adanya aktivitas pertambangan itu. Dalam keluhan tersebut, masyarakatnya merasa terganggu dengan adanya galian C jenis tanah merah ini. Mereka merasa tidak aman melintas di jalur ini. Apalagi jika turun hujan, membuat jalanan menjadi licin.

 

“Kemarin saya sudah cek ke lapangan. Ternyata, galian tanah merah ini belum mengurus perizinan,” ujar Anne.

 

Atas kondisi tersebut, hari itu juga pihaknya langsung mengintruksikan petugas dari Satpol PP, termasuk melibatkan pihak TNI/Polri untuk menyegel lokasi pertambangan tersebut. Hasil pantauannya di lapangan, di kecamatan ini terdapat empat titik aktivitas pertambangan.

 

Anne menambahkan, dari hasil pemeriksaaanya di lapangan, aktivitas galian tanah merah ini belum mengantongi izin sesuai peraturan yang berlaku. Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta supaya pengelola tambang untuk terlebih dahulu mengurus dan menempuh perizinannya sesuai prosedur.

 

“Kami akan tutup dulu aktivitas tambang ini, sebelum perusahaan mengantongi izin. Hari ini, kami panggil seluruh perwakilan perusahaannya. Intinya mereka harus memiliki izin dulu, kalau izinnya belum ditempuh yah jangan dulu beroperasi. Kalau bandel akan ditutup permanen,” tegas dia. (Asep Mulyana)