Jaksa Tawarkan JC, Tersangka Tipikor DPKPP Siap 'Bernyanyi'

Jaksa Tawarkan JC, Tersangka Tipikor DPKPP Siap 'Bernyanyi'
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang Winarno menyebutkan, terkait kasus Tipikor suap izin pengesahan dokumen rencana teknis (PDRT) di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) besar kemungkinan bakal ada tersangka baru.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum tersangka I Arifudin menegaskan kliennya yang merupakan sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor itu akan 'bernyanyi' di persidangan.

"Kami akan mengungkap kebenaran di Pengadilan Tipikor Bandung. Antara lain, ada salah sasaran pemberi gratitifikasi dalam upaya penyuapan atau gratifikasi izin PDRT rumah sakit di Kecamatan Cibungbulang dan vila di Kecamatan Cisarua hingga kami menganggap klien kami menjadi korban dari kasus ini," tegas Arifudin kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Dia menyebutkan, pihaknya juga akan membuka keterlibatan pihak lain dalam kasus Tipikor ini.

"Ada pihak-pihak tertentu dari luar klien kami yaitu tersangka I yang bermain dalam kasus suap izin PDRT rumah sakit dan vila di Bumi Tegar Beriman ini terutama dalam terbitnya rekomendasi Rencana Ketinggian Bangun (RKB) dan pada waktunya akan kami jelaskan kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung," terangnya.

Sikap tersangka I yang akan 'bernyanyi' itu disambut baik Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Juanda. Bahkan, dia membuka peluang agar tersangka I menjadi justice collaborator (JC) atau kesanggupan seseorang untuk bekerjasama dalam pengungkapan perkara.

"Jangankan mau 'bernyanyi', apabila pihak tersangka I mau menjadi justice collaborator pun kami dengan senang hati menerimanya," singkat Juanda.

Sementara itu, Kepala DPKPP Kabupaten Bogor Djuanda belum bisa berkomentar banyak terkait peluang akan ada aparatur sipil negara (ASN) lain di dinasnya yang ikut menyusul I menjadi tersangka kasus suap izin PDRT rumah sakit dan villa tersebut.

"Nanti aja, saya belum bisa ngomong terkait kasus atau perkara ini dan masih akan melihat jalannya persidangan nanti," ketus Djuanda. (Reza Zurifwan)