Nyanyi Sambil Jual Sabu, Janda Dua Anak Ini Dibui

Nyanyi Sambil Jual Sabu, Janda Dua Anak Ini Dibui
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Cimahi -  Biduan ini tak berkutik saat digerebek kedapatan memiliki sabu seberat 35 gram. Ialah TN alias Vina (40). Janda dua anak ini bernyanyi sambil mengedarkan sabu dengan jaringan Lapas.

Vina ditangkap di kediamannya oleh Sat Res Narkoba Polres Cimahi di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pekan lalu atau 27 Juni 2020. Saat digerebek petugas pun menyita 35 gram sabu.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana mengatakan, Vina ditangkap setelah anggotanya melakukan penyelidikan dari hasil laporan masyarakat. Jelang sepekan dia pun ditangkap di kediamannya.

”Kita temukan sabu di kediamannya. Dia bertugas sebagai perantara dan pengedar,” katanya di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin (6/7/2020).

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, dia mendapatkan barang tersebut dari seseorang di salah satu Lapas di Jawa Barat. Pihaknya pun sudah melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan Vina tersebut.  

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam mengungkapkan, sebelum tertangkap mengedarkan shabu, Vina sebelumnya sudah ditangkap sebagai pemakai pada 2017 dan dilakukan rehabilitasi.

”Rupanya setelah bebas dia kembali terjerumus, dan jadi pengedar. Dari tempat hiburan, seperti cafe tempatnya bernyanyi dia membuat jaringan untuk menjual sabu ke konsumennya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, Vina biasanya menjual sabu per harinya hingga 200 gram, dengan harga Rp1,5 juta per gramnya. Namun, saat dilakukan penangkapan barang bukti yang berhasil diamankan merupakan sisa dari penjualan, yakni seberat 35 gram.

Akibat perbuatannya, Vina terancam hukuman 5-20 tahun penjara karena melanggar Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Smentara itu, tersangka mengaku menjadi pengedar narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama dua orang anak. "Awalnya memang saya cuma jual barang terus dapat barang lagi. Tapi baru-baru ini dapat keuntungan," katanya. (Ahmad Sayuti)