Biadab, 'Predator' Ini Cabuli 30 Anak di Sukabumi Sejak 2018

Biadab, 'Predator' Ini Cabuli 30 Anak di Sukabumi Sejak 2018
Istimewa

NILAH, Bandung - Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi mengamankan seorang 'predator' anak dibawah umur berinisal FCR (23). Dia diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap 30 orang anak sejak tahun 2018.

Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif, mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan polisi dari keluarga satu diantara korban FCR. Atas laporan tersebut, Polisi pun bergegas untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Sebuah fakta yang cukup mengejutkan pun didapatkan dari pengakuan pelaku FCR. Dia mengakui, telah melakukan perbuatan cabul terhadap 30 orang anak sejak tahun 2018.

"Tersangka FCR, sudah melakukan tindakan perbuatan cabul ini dari tahun 2018, semua korban anak laki laki di bawah umur dan seluruhnya dilakukan di rumah tersangka," ujar Lukman dalam keterangan persnya, Senin (6/7/2020).

"Saat ini koban yang sudah kita laksanakan pemeriksaan berjumlah 30 orang, 17 orang korban sudah menjalani pemeriksaan secara detail bekerjasama dengan tim medis dan P2TP2A jabar," sambungnya.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, pelaku biasa melakukan pencarian korban melalui sosial media. Setelah menemukan calon korban, FCR kemudian mengimingi korban dengan pembelajaran ilmu mistik.

"Modus pelaku ini, mencari para korban melalui jejaring media sosial FB, kemudian mengiming-imingi ilmu mistik dan kursus musik kepada para korban di kediaman pelaku, dengan syarat korban dicabuli oleh pelaku," tutur Lukman.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga menambahkan, sejumlah barang bukti pun diamankan polisi dari tangan FCR. Diantaranya, 1 buah HP, 1 buah kasur lipat dan 1 buah sprei warna merah.

Atas perbuatannya, Polisi menjerat FCR dengan pasal 82 ayat 1 dan 4 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu RI perlindungan anak.

"Acaman hukuman maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari ancaman maksimal tadi, dikarenakan korban lebih dari satu," tandas Erlangga. (Ridwan Abdul Malik)

Attachments area