Bersalah, Eks Bupati Indramayu Supendi Divonis 4,5 Tahun Penjara

Bersalah, Eks Bupati Indramayu Supendi Divonis 4,5 Tahun Penjara
Sidang putusan kasus suap dengan terdakwa mantan Bupati Indramayu Supendi, dan Kadis PUPR Omarsyah, serta Kabid Jalan PUPR Wempi Triyoso di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (7/7/2020). (Ahmad Sayuti)

INILAH, Bandung-  Mantan Bupati Indramayu Supendi dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun dan enam bulan, denda Rp 250 juta, subsidair kurungan empat bulan. 

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus suap dengan terdakwa mantan Bupati Indramayu Supendi, dan Kadis PUPR Omarsyah, serta Kabid Jalan PUPR Wempi Triyoso di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (7/7/2020).
 
Dalam amar putusannya, ketua majelis Sihar Hamonangan Purba menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana dakwaan kesatu pasal 12 huruf a UU Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun dan enam bulan, denda Rp 250 juta, subsidair kurungan empat bulan dikurangi masa tahanan," katanya.

Selain itu, majelis juga memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan, membayar uang pengganti sebesar Rp 1miliar lebih atau diganti kurungan selama 1 tahun. Selain itu, hak politik terdakwa untuk dipilih juga dicabut selama dua tahun dari lamanya hukuman.

Putusan lebih ringan dari tuntutan JPU KPK, yakni hukuman penjara selama enam tahun dan enam bulan, denda Rp 250 juta, subsidair kurungan enam bulan. Supendi juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,8 miliar, atau diganti kurungan penjara selama satu tahun. Terdakwa diberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih selama tiga tahun.
 
Sementara hal yang memberatkan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Sementara yang meringankan, para terdakwa bersikap sopan, menyesali dan mengakui perbuatannya, serta belum pernah dihukum.
 
Dalam uraiannya, majelis menyebutkan,  Supendi besama-sama dengan Omarsyah dan Wempi Triyoso telah melakukan beberapa perbuatan meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan, berlanjut, menerima hadiah.
 
"Yaitu menerima beberapa kali pemberian uang dengan total Rp 3.928.250.000 dari Carsa ES dan beberapa pengusaha (kontraktor) yang jadi rekanan di Pemkab Indramayu," katanya. 
 
Padahal pemberian dimaksudkan agar terdakwa selaku Bupati Indramayu bersama Omarsyah selaku Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Wempi Triyoso selaku Kabid Jalan di PUPR Indramayu memberikan proyek/paket pekerjaan di lingkungan Pemkab Indramayu kepada Carsa ES dan rekanan kontraktor lainnya yang memberikan uang tersebut. 
 
Perbuatan terdakwa bertentangan dengan kewajibannya sebagai penyelenggara negara, yakni s3laku bupati Indramayu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 4 dan 6 UU RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

”Perbuatan tersebut dilakukan terdakwadengan cara telah menentukan sejumlah paket pekerjaan yang akan dilaksanakan di Indramayu. Untuk lelang sendiri sejak awal sudah dilakukan plotting dan lelang hanya bersifat formalitas saja,” katanya.

Untuk melaksanakan niatnya, terdakwa dibantu dua anak buahnya, yakni Omarsyah selaku Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Wempri Triyoso selaku Kabid Jalan di PUPR Indramayu.

Selain itu para pengusaha atau kontraktor yang ingin mendapatkan paket pekerjaan, diharuskan memilki kedekatan dengan pejabat dan harus menyetorkan sejumlah uang.  

Kemudian terdakwa untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan operasional kedinasan menyuruh kepada Omarsyah dan Wempi untuk meminta uang dari Carsa ES dan rekanan pengusaha lainnya.

”Yakni meminta jatah lima hingga sepuluh persen dari setiap nilai kontrak paket pekerjaan yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Majelis menjelaskan,  saat proses lelang terdakwa mengarahkan Carsa dan pengusaha lain untuk berkomunikasi langsung dengan dua anak buahnya itu. Kedua anak buah Supendi itu, sudah diminta mengatur untuk memenangkan Carsa dan pengusaha lain yang menyuap untuk menang proyek. 

"Sedangkan untuk proyek dengan anggaran di bawah Rp 200 juta, yang pengadaannya dilakukan penunjukan langsung, perusahaan Carsa dan rekanan ditunjuk langsung oleh Omarsyah dan Wempi Triyoso," tegasnya.    

Atas putusan majelis, terdakwa dan kuasa hukumnya mengambik sijap pikir-pikir. Begitu juga dengan tim JPU KPK. (Ahmad Sayuti)