Pengiriman Logistik Bansos Jadi Kedok Pengiriman Narkotika di Tengah Pandemi

Pengiriman Logistik Bansos Jadi Kedok Pengiriman Narkotika di Tengah Pandemi
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan peredaran narkotika di Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, agen perjalanan hingga kedok pengiriman logistik bantuan sosial dimanfaatkan para penyelundup untuk melakukan pengiriman narkotika.


"Ada modus baru yang mereka gunakan selama ini (masa pandemi Covid-19). Mereka sekarang berlindung di masa pandemi ini peredarannya menggunakan jasa travel kemudian juga menggunakan kedok-kedok pengiriman logistik untuk keperluan bantuan sosial," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat, usai melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan miras, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

Rudy mengungkapkan, meski masa pandemi Covid-19, permintaan akan narkotika masih tinggi di Jawa Barat. Oleh karena itu, aktivitas jual beli narkotika masih berjalan seperti biasanya.

"Masih sama saja, tidak ada pengaruhnya, sama saja. Jadi mereka para pengguna juga tetap melakukan kegiatan mereka," tandasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan miras hasil tangkapan Januari hingga Juni 2020. Barang bukti tersebut, merupakan hasil sitaan Ditresnarkoba dan Polres Jajaran Polda Jabar.

Barang bukti sitaan selama masa pandemi Covid-19 diantaranya sabu-sabu seberat 4.605,80 gram, ganja 25.942,30 gram. 

Selain narkotika, sebanyak 20.454 botol miras, 27 jerigen dan satu ember tuak, serta ciu sebanyak 394 liter disita turut dimusnahkan. (Ridwan Abdul Malik)