Reses, Komisi V DPRD Jabar Geber Selesaikan Isu Pendidikan 

Reses, Komisi V DPRD Jabar Geber Selesaikan Isu Pendidikan 

INILAH, Bandung – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat fokus  menangani isu pendidikan dalam pelaksanaan reses kali ini, guna memastikan tidak adanya lagi masalah, usai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis jadwal pelaksanaan tahun ajaran baru 2020-2021 dimulai pada 13 Juli mendatang.

Ketua Komisi V Dadang Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah membagi tugas untuk menyambangi sekolah-sekolah, untuk menyerap aspirasi terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sudah berakhir belum lama ini, serta melihat kesiapan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sebelum tahun ajaran baru dimulai Senin depan.

“Dari kemarin hingga saat ini, kami dari Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat sedang fokus melaksanakan reses, untuk mengecek langsung kondisi kesiapan sekolah sebelum tahun ajaran baru dimulai. Sekaligus juga meminta masukan dari sekolah dan orangtua murid serta siswa, seperti apa perkembangannya saat ini. Kami ingin mendengarkan langsung persoalan yang ada di lapangan, terkait PPDB, isu SPP gratis dan sebagainya yang mana nantinya akan kami bahas dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik) Senin depan,” ujar Dadang kepada INILAH, Selasa (7/7/2020).

Dia berharap, pihaknya dapat menggali informasi sebanyak mungkin sehingga pelaksanaan tahun ajaran baru kali ini dapat berjalan lancar dan tidak ada masalah di kemudian hari. Terlebih saat ini, KBM dilakukan di tengah kondisi penanganan dan penanggulangan penyebaran pandemi corona virus disease 19 (covid-19), yang diakuinya butuh langkah dan strategi khusus agar menjamin kualitas pendidikan yang baik bagi peserta didik.

“Kami berharap, dengan adanya kami di lapangan. Bisa menggali informasi sebanyak mungkin, terkait isu pendidikan agar dalam kondisi penanganan covid-19seperti sekarang, kualitas pendidikan kita juga tetap berjalan baik. Apalagi kan di masing-masing daerah, punya kasus ataupun permasalahan yang berbeda. Jadi kita harus terjun ke lapangan, supaya persoalan-persoalan yang ada bisa ada solusinya sehingga bisa kita selesaikan dengan baik,” ucapnya. (Yuliantono)