Angka Positif Covid-19 Bertambah, Status Kabupaten Bandung Turun Jadi Zona Kuning

Angka Positif Covid-19 Bertambah, Status Kabupaten Bandung Turun Jadi Zona Kuning
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Bupati Bandung Dadang M Naser mengakui adanya penurunan status dari hijau menjadi kuning. Ini terjadi karena adanya penambahan warga yang terpapar virus corona. Dimana semula hanya ada penambahan 11 orang, kini bertambah menjadi 20 orang.

Penambahan pasien terpapar virus corona itu merupakan petugas kesehatan yang sehari-hari berdinas di beberapa Puskesmas di Kota Bandung. Namun, karena mereka ini warga Kabupaten Bandung sehingga ditangani Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung. Petugas itu kini menjalani isolasi di BLK di Manggahang Baleendah dan di RSUD Majalaya.

"Kejadiannya di Kota Bandung seharusnya dicatatkan di Kota Bandung. Tetapi, karena warga Kabupaten Bandung, makanya diserahkan ke kami, dan di isolasi di BLK Baleendah dan di RSUD Majalaya," kata Dadang usai menghadiri acara Kampung Tangguh di Polres Cimahi, Selasa (7/7/2020).

Meski demikian, kata Dadang, sebenarnya dia tidak berpikir status kuning, biru, atau hijau. Karena yang penting dan tetap dijaga agar tidak berstatus zona merah. Pihaknya akan mempertahankan agar Kabupaten Bandung tidak berstatus zona merah.

"Awalnya Kecamatan Margaasih juga berstatus zona kuning. Tapi, dikhawatirkan ada pandemi. Jadi diberi status zona merah agar lebih waspada. Itu supaya masyarakat tidak euforia dengan status," ujarnya.

Dadang melanjutkan, masyarakat jangan sampai salah memahami. Ketika Jawa Barat diumumkan menjadi zona biru, itu bukan berarti bisa bebas melakukan apapun. Sehingga melanggar semua protokol kesehatan selama masa pandemi Virus corona. Termasuk saat berwisata tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan.

"Perlu diketahui, virus ini tidak akan hilang selama hidup kita. Jadi, selama hidup virus akan ikut. Kenapa ada status. Karena vaksinya belum ditemukan. Menurut tim kesehatan, kalau vaksinnya ditemukan tahun ini maka tahun depan baru bisa digunakan," katanya.

Dadang  menegaskan, masyarakat harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru  (AKB) dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Dadang berharap masyarakat bisa menjaga kekebalan tubuhnya untuk mewaspadai dan mengantisipasi penularan penyakit yang disebabkan virus corona ini.

"Tubuh kita harus sehat, imunnya harus bagus dan imannya harus kuat,"ujarnya. (Dani R Nugraha)