Dadang Naser Klaim Keberhasilan Pembangunan Desa Lampaui Target RPJMD 2016-2020

Dadang Naser Klaim Keberhasilan Pembangunan Desa Lampaui Target RPJMD 2016-2020
Bupati Bandung Dadang M Naser. (Istimewa)

INILAH,Bandung- Bupati Bandung Dadang M Naser mengklaim telah melampaui target RPJMD 2016-2021 soal penambahan jumlah desa mandiri di daerahnya.

Dari target sebanyak 43 desa, ternyata pada 2020 ini ada 56 desa yang berhasil menjadi desa mandiri. Melihat keberhasilan tersebut, Dadang optimistis jika pada 2021 mendatang jumlah desa mandiri akan terus bertambah banyak.

"Desa mandiri di Jawa Barat itu ada di Kabupaten Bandung. Ini sudah berlangsung selama dua tahun berturut turut," kata Dadang di Soreang, Selasa (7/7/2020).

Dadang menceritakan, diawal periode dirinya menjabat sebagai Bupati Bandung pada 2001, hanya ada satu desa yang berstatus desa mandiri yaitu Desa Pangalengan. Sekarang pada periode kedua sebagai Bupati Bandung, sudah ada 56 desa yang berstatus mandiri.

Kata dia, pihaknya terus mendorong semua desa mandiri di Kabupaten Bandung untuk mempertahankan kemandiriannya.

"Ini adalah bukti bahwa ada progres yang naik, dari visi misi Bupati Bandung, dengan RPJMDnya yang sudah terlampaui," ujarnya.

Dadang melanjutkan, strata desa itu ada lima yaitu sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju hingga mandiri. Di Kabupaten Bandung, desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal itu tidak ada. Desa berkembang di Kabupaten Bandung berjumlah 85, sedangkan desa majunya berjumlah 129, dan desa mandirinya berjumlah 56.

"Kami akan mengawasi progress untuk anggaran 2021. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada desa agar mau menjadi desa mandiri," katanya.

Dengan berstatus desa mandiri, maka didesa tersebut terdapat ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi. Itu adalah tiga kriteria umum, jadi didalamnya ada terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi kampung dan bagaimana sanitasi lingkungan didesa.

"Memang pembangunan bidang lingkungan ini masih berat. Bagaimana pengolahan sampah didesa itu sendiri dan bagaimana Bumdes bisa berjalan dengan koperasi desanya. Harapan saya di desa itu bisa dibangun Bumdesmart atau sabilulungan mart," ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Tata Iriawam Sobandi menambahkan,  awalnya banyak kepala desa di Kabupaten Bandung yang terkejut dan enggan menjadi desa mandiri. Mereka khawatir dana desa yang selama ini diterima menjadi berkurang. Padahal, tidak seperti itu, justru sebaliknya banyak manfaat yang diperoleh oleh desa mandiri. 

"Status desa ini menjadi pertimbangan untuk pemberian bantuan. Status desa juga digunakan untuk mempermudah klasifikasi yang dimiliki oleh desa. Alhamdulillah, desa mandiri ini dari tahun ke tahun terus meningkat," katanya.

Tata melanjutkan, target yang kedua adalah mengurangi jumlah desa berkembang. Sehingga nantinya di Kabupaten Bandung hanya ada dua status desa yaitu maju dan mandiri. Selain itu, pihaknya akan berusaha agar tidak ada penurunan status desa.

"Para kepala desa harus memahami indikator desa mandiri, yakni indikator sosial, ekonomi dan ekologi. Di Kabupaten Bandung belum ada desa yang turun status. Jadi 20 persen desa di Kabupaten Bandung sudah mandiri," ujarnya. (rd dani r nugraha).