Bahaya Covid-19, Anak-anak Mendingan di Rumah Saja

Bahaya Covid-19, Anak-anak Mendingan di Rumah Saja
net

INILAH, Bandung - Guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Jawa Barat yang masih terus berlangsung, anak usia TK atau PAUD disarankan untuk melakukan aktivitas di rumah. Tak terkecuali untuk kegiatan belajar dan bermain.

Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium, pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19bSiska Gerfianti mengatakan, Covid-19 dapat menulari berbagai lapisan usia. Di mana anak-anak pun rentan ikut tertular.

Dengan begitu, dia menyampaikan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tetap menyarankan anak-anak usia TK atau PAUD tetap beraktivitas, belajar, dan bermain di rumah.

"Kegiatan pendidikan usia dini, yakni PAUD dan lain-lain, direkomendasikan oleh IDAI, tetap dilakukan di rumah masing-masing saja. Jadi untuk kegiatan pembelajaran bagi anak ini, lebih direkomendasikan dalam pembelajaran jarak jauh," ujar Siska di Gedung Sate, Selasa (7/7/2020).

Di Jawa Barat sendiri, Siska memaparkan, terdapat 196 anak usia 0-8 tahun yang terpapar Covid-19. Di mana sekitar 100 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Karena itu, Siska mengatakan, fenomena kencenderungan anak-anak terpapar Covid-19 ini harus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebagian besar anak, menurut dia, tertular dari orang tua atau anggota keluarga lainnya karena selama ini anak-anak tersebut kebanyakan tinggal di rumah.

Selain itu, ada pula kemungkinan lainnya, mengingat di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), masyarkat dapat kembali baraktivitas seperti di ruang publik dari mulai pasar, pusat perbelanjaan, mall, dan lainnya.

Siska menambahkan, kebiasaan selalu membersihkan diri setelah pulang dari kegiatan di luar harus semakin digalakan. Termasuk menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak saat di luar rumah. Jangan sampai, katanya, virus dari luar rumah terbawa dan terkena anak-anak di rumah.

"Kemarin itu kan semuanya di rumah ya. Jadi anak-anak ini tertular dari orang tua yang masih keluar-keluar rumah, misalnya ayahnya masih kerja ibunya masih kerja dan lain-lain. Nah ini yang penting untuk orang tua," tuturnya

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengatakan dari sekitar 48 juta warga Jawa Barat, sekitar 34,7 persen di antaranya adalah usia anak. Selama ini pun beredar hoaks bahwa usia anak cenderung kebal terhadap Covid-19.

Menurut dia, usia anak pun berpotensi terdampak jika orang tuanya terpapar Covid-19. Tak terkecuali pula dari sisi ekonomi, di mana usia anak-anak juga ikut terkena imbas akibat ekonomi keluarga yang terdampak Covid-19.

"Di tengah pandemi Covid-19, anak-anak ini mereka akan kesulitan untuk mendapatkan layanan pendidikan secara maksimal. Jadi kalau selama ini mereka bisa datang ke sekolah mendapatkan pelajaran dari guru termasuk juga di rumah, sekarang harus bisa dengan orang tua dan ini mereka bisa lebih terpantau," ujar Atalia.

Karena itu, Atalia mengajak orang tua agar mensiasati dengan cara kreatif agar anak-anak betah belajar maupun beraktifitas di rumah. Selain itu, harus menghindari mengajak anak-anak ke pusat keramaian untuk memastikan kesehatan mereka.

Para orang tua, katanya, harus tetap menjaga kualitas pendidikan tetap terjaga, walau selama tiga bulan mereka tinggal di rumah tentu saja sangat terbatas meskipun upaya pendidikan yang dilakukan sudah luar biasa oleh pemerintah termasuk pembelajaran jarak jauh dari televisi.

"Banyak yang curhat kepada saya, anak-anak bilang ingin ke sekolah lagi, di rumah mengerikan katanya. Saat ditanya kenapa mengerikan, katanya mamah kejam. Kondisi psikis orang tua dan anak yang mereka selalu tinggal di rumah selama berbulan-bulan ini ada tingkat stres mungkin yang muncul," katanya. (Rianto Nurdiansyah)