PR Pemkab Garut, Masih Ada 32 Desa Tertinggal!

PR Pemkab Garut, Masih Ada 32 Desa Tertinggal!
Ilustrasi/Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Perkembangan desa di Kabupaten Garut berdasarkan indeks desa membangun terbilang cukup menggembirakan. 

Jumlah desa berstatus desa mandiri dari sebanyak 421 desa yang ada di Kabupaten Garut semula hanya satu desa pada 2019, kini bertambah menjadi sebanyak lima desa. Pun jumlah desa maju bertambah menjadi sebanyak 102 desa dari semula sebanyak 68 desa.

Akan tetapi masih terdapat sebanyak 32 desa masih berstatus tertinggal. Meskipun jumlah tersebut berkurang dibandingkan sebelumnya yang mencapai sebanyak 58 desa. Selebihnya sebanyak 282 desa berstatus desa berkembang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Garut Aji Sukarmaji menyebutkan, Selasa (7/7/2020), desa mandiri di Garut bertambah menjadi lima desa, dan desa maju menjadi 102 desa. Lainnya sebanyak 282 desa berstatus desa berkembang, dan 32 desa berstatus desa tertinggal.

Berdasarkan data Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI), sebanyak lima desa mandiri di Garut itu tersebar di lima kecamatan, yakni Desa Paas Kecamatan Pameungpeuk, Desa Banjarsari Kecamatan Bayongbong, Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang, Desa Cisompet Kecamatan Cisompet, dan Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan.

Sedangkan sebanyak 32 desa tertinggal di Garut itu tersebar di sepuluh dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Sebanyak delapan kecamatan di antaranya berada di wilayah selatan Garut, dan dua kecamatan lainnya di wilayah utara Garut. 

Kecamatan terbanyak memiliki desa tertinggal yakni Kecamatan Banjarwangi mencapai sebanyak tujuh desa, yakni Desa Dangiang, Jayabakti, Bojong, Padahurip, Tanjung Jaya, Talagasari, dan Desa Talagajaya. Disusul Kecamatan Cikelet sebanyak lima desa, yakni Desa Cigadog, Kertamukti, Girimukti, Awassagara, dan Desa Pamalayan. 

Lalu Kecamatan Bungbulang memunyai sebanyak tiga desa, yakni Desa Gunung Jampang, Gunamekar, dan Desa Sinarjaya. Kecamatan Peundeuy memiliki tiga desa tertinggal, yakni Desa Sukanagara, Pangrumasan, dan Desa Purwajaya. Kecamatan Cibalong memiliki tiga desa tertinggal, yakni Desa Najaten, Sagara, dan Desa Mekarmukti.

Di bawahnya, Kecamatan Mekarmukti memiliki dua desa tertinggal, yakni Desa Mekarsari dan Desa Jayabaya; Kecamatan Cihurip memunyai dua desa tertinggal, yakni Desa Jayamukti dan Desa Mekarwangi; Kecamatan Balubur Limbangan memiliki dua desa tertinggal, yakni Desa Pangeureunan dan Desa Surayaba; dan Kecamatan Cisompet memiliki satu desa tertinggal yakni Desa Margamulya.

Ironisnya, beberapa desa tertinggal itu pernah mendapatkan bantuan Program Desa Mandiri/Peradaban, maupun bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan dengan besaran dana cukup besar. Semisal Desa Pangrumasan Kecamatan Peundeuy, Tanjungjaya Kecamatan Banjarwangi, dan Desa Pangeureunan Balubur Limbangan.

Tak kurang menariknya, di Kecamatan Cisompet selain terdapat desa mandiri juga ada desa masih tertinggal. Desa mandiri yakni Desa Cisompet. Sedangkan desa tertinggal yakni Desa Margamulya. 

Sebelumnya, Wabup Garut Helmi Budiman menyebutkan, faktor utama membuat desa di Garut masih banyak tertinggal yakni kurang memadainya aksesibilitas. Terutama di wilayah selatan. Karenanya, pembukaan aksesibilitas desa masih sulit terjangkau akan terus diupayakan.

Program pembangunan jalan lintas antardesa antarkecamatan sudah dibuat pada 2019 diteruskan hingga 2020. Perbaikan sarana prasarana pendidikan terutama sekolah dasar, serta layanan puskesmas pun terus dilakukan.(zainulmukhtar)