DPRD Jabar Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Ekonomi Digital

DPRD Jabar Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Ekonomi Digital
ilustrasi

INILAH, Bandung – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira menilai, terjadinya pengulangan kasus positif corona virus disease 19 (covid-19) di pasar, akibat kurangnya edukasi dari pemerintah kepada masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan selama penanganan pandemi berlangsung.

Dia mengatakan, lima pedagang yang terindikasi covid-19 dari hasil swab test di Pasar Cimindi dan Pasar Batas Kota, membuktikan sosialisasi dari pemerintah masih kurang. Sehingga harus ada gebrakan lain, guna mengatasi lonjakan korban. Mengingat hingga kini, obat virus tersebut belum ditemukan.

“Sebenarnya ada beberapa pasar yang sudah mengikuti protokol kesehatan dengan baik. Tetapi memang masih ada juga yang belum. Menurut saya, ini masalah edukasi yang masih kurang. Sosialisasi dari pemerintah, akan pentingnya menjaga dan mengikuti protokol kesehatan sebagai pencegahan masih kurang. Harus ada gerakan dari pemerintah untuk mengatasi ini. Apalagi ini berulang,” ujar Yunandar kepada INILAH, Rabu (8/7/2020).

Yunandar kembali mengingatkan kepada pemerintah dan pelaku usaha untuk mulai beralih ke ekonomi digital, sebagai solusi untuk menghindari terjadinya kasus serupa di kemudian hari. Dia berharap, pemerintah dapat membantu memfasilitasi dan mendukung para pelaku usaha agar memanfaatkan teknologi.

“Adanya pandemi ini, harus menjadi momentum kita untuk segera beralih ke ekonomi digital. Bisnis pasar online yang bisa digarap dengan serius. Tentu saja dengan bantuan dan dukungan dari pemerintah. Pemerintah harus bisa memfasilitasi sepenuhnya, karena para pedagang pasti butuh pendampingan agar bisa berjalan baik. Ini memang akan ada proses, tetapi ini solusi yang lebih baik,” ucapnya. (Yuliantono)