DPRD Jabar Dorong Pemerintah Bantu Pelaku Industri Hiburan Selama Pandemi Covid-19

DPRD Jabar Dorong Pemerintah Bantu Pelaku Industri Hiburan Selama Pandemi Covid-19
net

INILAH, Bandung - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira menyayangkan, andai pemerintah mengizinkan pelaku usaha hiburan kembali memulai usahanya di tengah penanganan penanggulangan penyebaran Covid-19 berlangsung. Meski di sisi lain situasinya sangat dilematis, karena para pelaku usaha dan karyawannya butuh pemasukan untuk menjaga perekonomian mereka.

Dia menyebutkan, salah satu cara untuk mengatasi masalah ini yakni dengan bantuan dari pemerintah. Pemerintah dapat memfasilitasi para pelaku industri hiburan dan karyawannya, untuk beralih kegiatan dengan memproduksi suatu produk yang bisa dipromosikan. Salah satu contohnya kata dia, dengan menyerap produk UMKM menjadi bantuan sosial selama penanganan pandemi berlangsung.

“Sangat disayangkan ya, karena sebenarnya bukan kebutuhan vital. Tetapi kita juga harus memikirkan juga para pekerja dan pemilik usaha. Itu lahan mereka. Daripada sekarang buka lalu tutup lagi, karena situasi begini. Apalagi sekarang di kita yang positif sedang naik. Kota Bandung juga naik. Yang pada akhirnya enggak baik juga. Lebih baik ada alternatif. Harus ada solusi untuk mereka. Dibukanya nanti ketika situasinya memang sudah siap,” kata Yunandar kepada INILAH, Rabu (8/7/2020).

“Menurut saya, harus ada perencanaan jangka panjang untuk pekerja di bisnis jasa ini yang dilakukan oleh pemerintah. Contohnya dengan diberikan program padat karya. Sejauh ini seperti tindakan Pemprov Jabar, menyerap produk UMKM berupa masker yang kemudian dijadikan bansos. Itu sebuah solusi yang dapat ditiru. Ya walaupun terlambat. Jadi harus ada inovasi lain, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dari situasi pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Yunandar kembali mencontohkan, para pelaku usaha dan karyawan industri hiburan bisa mencoba beralih bisnis dengan memproduksi face shield, hand sanitizer, atau apapun yang tengah dibutuhkan selama menjalani protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), akibat belum berakhirnya pandemi asal Wuhan tersebut.

Terlebih saat ini, dengan majunya sistem teknologi dapat membantu para pelaku usaha untuk memaksimalkan promosi produk mereka dalam ekonomi digital. Mengingat pasarnya kata dia saat ini sangat luas dan tinggal didukung oleh pemerintah, dalam penerapannya.

“Contohnya seperti face shield, hand sanitizer atau apapun yang terkait Covid-19 ini. Ini agar produk UMKM juga menjadi beragam. Tinggal dibantu oleh pemerintah dalam penyerapan dan promosinya. Belum lagi dengan memanfaatkan ekonomi digital. Ini bisa dijadikan solusi. Saya dapat gambaran data dari Kementerian UMKM, baru 19% UMKM Jabar yang go online. Ini kan berarti masih rendah. Ini yang harus didorong agar menjadi lebih baik. Caranya ya dengan bantuan dari pemerintah,” tutupnya. (Yuliantono)