Satu Lagi Penyuap Kalapas Sukamiskin Segera Disidangkan

Satu Lagi Penyuap Kalapas Sukamiskin Segera Disidangkan

INILAH, Bandung- Pengadilan Tipikor Bandung kembali akan menyidangkan kasus dugaan suap terhadap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Kali ini terdakwanya Direktur Utama Gloria Karsa Abadi, Rahadian Azhar.

Berkas kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan perizinan keluar Lapas Klas I Sukamiskin tersebut telah diterima Panitera Muda  (Panmud) Tipikor PN Bandung, pada Selasa (7/7/2020). Sidang perdana akan digelar Rabu (15/7/2020).

Panmud Tipikor PN Bandung Yuniar R mengatakan, berkas tersebut setelah diterima langsung diregister dengan nomor perkara 32/Pid.Sus-TPK/2020/PN Bdg.  Majelis yang menangani perkaranya pun sudah ditunjuk.

”Sidang dengan terdakwa Radian ini akan dipimpin oleh Daryanto,dan sidang dakwaan digelar Rabu depan,” katanya saat ditemui di PN Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (8/7/2020).

Dalam kasus ini, Rahadian diduga memberikan mobil Mitsubishi Pajero Sport atas nama anak buah Rahadian, Muahir, kepada mantan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein.  Pemberian tersebut diduga dilakukan sehubungan dengan bantuan yang diberikan oleh Wahid Husein kepada tersangka Rahadian untuk  dijadikan sebagai mitra koperasi Madiun, Pamekasan dan LB Indramayu serta mitra industri percetakan di LP Sukamiskin.

Selain Rahadian, tersangka lainnya adalah dua orang mantan Kepala Lapas Sukamiskin Deddy Handoko dan Wahid sendiri. Kemudian dua orang tahanan Lapas Sukamiskin yaitu Tubagus Chaeri Wardana dan Fuad Amin. Namun status tersangka Fuad gugur, karena Fuad telah meninggal dunia. Wahid Husein yang telah divonis bersalah karena menerima suap, kini disangka menerima gratifikasi dari seorang warga binaan berupa mobil Toyota Land Cruiser Hardtop warna hitam.

Pada kasus ini, Rahadian diduga telah memberikan sebuah mobil merek Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi B 1187 FJG berwarna hitam kepada eks Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein yang telah menjadi terpidana kasus ini.

Pemberian mobil yang menggunakan nama Muahir, anak buah Rahadian itu sehubungan dengan bantuan Wahid Husein menjadikan perusahaan Rahadian sebagai mitra koperasi Lapas Madiun, serta sebagai Mitra Industri Percetakan di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya itu, Rahadian Azhar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan  Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Ahmad Sayuti)