Soal Pemangkasan Gaji, Ghozali Siregar Masih Bingung

Soal Pemangkasan Gaji, Ghozali Siregar Masih Bingung
Gelandang Persib Bandung Ghozali Siregar. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Gelandang Persib Bandung, Ghozali Muharam Siregar tak mau berkomentar mengenai perubahan gaji yang akan dialami saat melanjutkan Liga 1 2020. 

Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, PSSI menetapkan negosiasi gaji di kisaran 50& untuk Liga 1 dan 60% untuk Liga 2.

Disebutkan pula gaji tak boleh berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Aturan itu akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi hingga selesai.

Ghozali mengaku tidak mengetahui soal keputusan PSSI tersebut. Karena itu, pemilik nomor punggung 77 di Persib Bandung ini tak mau berkomentar lebih jauh.

"Saya tidak tahu 50% ini darimana. Saya juga gak tahu pembahasan SK nya kayak gimana," ungkap Ghozali di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung. 

Bahkan pemain yang akrab disapa Gozo ini menilai pertemuannya dengan manajemen yang telah dilakukan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020) kemarin, belum menemui kejelasan. 

"Pertemuannya belum selesai, masih gantung. Jadi belum jelas sama sekali," bebernya. 

Dengan alasan ini, Gozo belum mau berkomentar mengenai potongan gaji ini. Menurutnya gaji ini diserahkan sepenuhnya kepada manajemen.

"Saya belum bisa kasih pendapat. Saya juga bingung," pungkasnya.

Sebelumya, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar mengklaim bahwa soal gaji diterima baik oleh timnya. Baik pemain, pelatih maupun ofisial. 

"Semua sudah jelas dan semua menerima. Victor Igbonefo dan kapten Supardi Nasir belum datang hari ini, tapi yang datang akan menjelaskan semuanya," kata Umuh usai gelar pertemuan.

Umuh mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menegoisasi ulang mengenai kontrak tersebut. Sebab kata Umuh, Persib harus tunduk pada aturan PSSI. 

"Kita mengikuti aturan PSSI. Kita juga kalau melanggar atau keluar dari kebijakan-kebijakan lain nanti kan gak enak sama klub lain. Kok Persib ambil langkah seperti itu, makanya kita ambil langkah apapun harus lapor ke PSSI," tegas Umuh.

Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono membenarkan dengan kondisi itu. Menurutnya Persib sangat perlu untuk mematuhi aturan dan keputusan yang telah dikeluarkan PSSI. 

Namun kata Teddy, pemberlakuan gaji 50% itu baru akan diberlakukan satu bulan jelang Liga 1 2020 digulirkan. Itu juga tertuang dalam SK yang dikeluarkan PSSI. 

"Jadi untuk saat ini gaji pemain, pelatih masih 25% sesuai dengan keputusan PSSI. Jadi semua aturan yang diberlakukan PSSI harus kita jalankan," tandasnya.(Muhammad Ginanjar)