Gulirkan Kredit Modal Kerja UMKM, BJB Berpartisipasi Dalam Sinergi PEN

Gulirkan Kredit Modal Kerja UMKM, BJB Berpartisipasi Dalam Sinergi PEN
istimewa

INILAH, Bandung – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mendukung penuh agenda pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diusung pemerintah untuk menekan dampak negatif situasi pandemi Covid-19. Sebagai salah satu bank penyalur kredit modal kerja andalan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjalin sinergi demi penguatan kelembagaan dalam menghadapi ketidakpastian selama masa pandemi.

BJB melaksanakan penandatanganan penjaminan kredit modal kerja dengan PT Jamkrindo dan PT Askrindo. Melalui kerja sama tersebut, pihak Jamkrindo dan Askrindo ditunjuk sebagai penjamin kredit modal kerja perseroan. Dana kredit modal kerja itu sebagai upaya stimulasi perekonomian nasional yang dikeluarkan BJB yang dijamin pihak Jamkrindo dan Askrindo.

Sebagai bentuk simbolisasi formal, BJB menyalurkan kredit modal kerja sejumlah Rp110 juta kepada nasabah UMKM yang menjalankan usah toko reklame dan toko tas. Penyaluran kredit modal kerja ini menandai secara resmi berlakunya penjaminan Jamkrindo dan Askrindo.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, sejauh ini pihaknya menjadikan pelaku UMKM sebagai salah satu sektor untuk fokus penyaluran pembiayaan. Terlebih menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang membuat geliat usaha para pelaku UMKM meredup.

"Sektor UMKM adalah tulang punggung utama yang menopang tegaknya perekonomian nasional. Dorongan terhadap pelaku usaha mikro harus menjadi prioritas terutama dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini. Di sisi lain, diperlukan pula distribusi tugas dan tanggung jawab agar strategi pemulihan berjalan komprehensif. Karena itu, BJB sangat mendukung penuh sinergi penguatan antar lembaga dalam rangka penguatan jaring pengaman di berbagai lapisan demi menjamin kelancaran pemulihan ekonomi yang menjadi harapan semua orang," kata Yuddy, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya, kedua perusahaan pelat merah itu resmi ditunjuk pemerintah sebagai penjamin. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memberikan penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM sebesar Rp5 triliun kepada dua BUMN tersebut. Langkah penjaminan ini merupakan salah satu strategi pemulihan ekonomi yang ditekankan pemerintah, khususnya dalam memulihkan denyut nadi para pelaku UMKM yang menjadi salah satu kelompok paling terdampak.

Berdasarkan perjanjian, jumlah plafon kredit yang dapat dijamin pada program ini mencapai Rp10 miliar dengan tenor pinjaman hingga tiga tahun. Program ini merupakan seri lanjutan dari agenda PEN. Selain itu, pemerintah juga menginstruksikan program relaksasi kredit yang salah satunya difokuskan untuk menopang UMKM. Diharapkan, sinergi yang terjalin ini dapat mempercepat langkah pemulihan ekonomi nasional yang saat ini masih terhantam wabah virus corona. (*)