Polres Bogor Ringkus Sindikat Pengedar Uang Palsu Rupiah dan Dolar

Polres Bogor Ringkus Sindikat Pengedar Uang Palsu Rupiah dan Dolar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Satuan Reserse Kriminal (Satt Reskrim) Polres Bogor berhasil menangkap tujuh orang tersangka jaringan pembuat uang palsu. Mereka ditangkap berikut barang bukti ratusan lembar uang rupiah dan dolar palsu.

"Alhamdulillah, sebelum diedarkan, kami berhasil mengungkap jaringan kasus peredaran uang palsu dengan menangkap tujuh orang tersangka. Barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan berupa pecahan Rp100 ribu sebanyak 3.579 lembar, uang palsu pecahan $100 sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang dolar palsu, 1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang, dan bahan-bahan pewarna buat upal", ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Rabu (8/7/2020).

Dia menjelaskan, awalnya aparat menangkap 1 orang tersangka di suatu tempat di Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

"Dari satu orang tersangka itu, kemudian kami lakukan pengembangan dan berhasil menangkap enam orang  pelaku lainnya di Perumahan Pabuaran Residen, Kota Tanngerang, Provinsi Banten yang merupakan tempat atau pabrik pembuatan uang palsu," terangnya.

Para tersangka tersebut berinisial AKR (50), RS alias C (43), DS (34), dan SP (51). Mereka berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, ada juga tersangka berjenis kelamin perepumpuan yakni berinisal RF (48), ESR (47), dan NPN (55)".

"Uang palsu yang diproduksi para tersangka ini belum sempat diedarkan. Jadi para tersangka ini memproduksi lebih dahulu kemudian menawarkan kepada calon pelaku pengedar uang palsu lainnya," jelas Roland.

Atas tindakannya, para tersangka dijerat pasal 36 ayat (3) juncto pasal 26 UU No 7/2011 dengan ancaman pidana penjara di atas 10 tahun dan pidana denda maksimal Rp10 miliar. (Reza Zurifwan)