Wartawan Senior Sastrawan Budayawan Sunda Usep Romli Tutup Usia

Wartawan Senior Sastrawan Budayawan Sunda Usep Romli Tutup Usia
istimewa

INILAH, Garut - Wartawan senior yang juga sastrawan dan budayawan asal Kabupaten Garut Usep Romli HM meninggal dunia, Rabu (8/7/2020).

Kabar duka tersebut tak pelak menghentak berbagai kalangan yang mengenalnya sebagai sosok bersahaja namun tegas dalam pendirian dan masih produktif menulis di usia tua hingga menjelang akhir hayatnya itu. 

Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Al Yamin Kecamatan Balubur Limbangan Garut sekitar pukul 09.45 WIB.

Meninggalnya pria kelahiran Balubur Limbangan Kabupaten Garut yang telah menghasilkan sedikitnya 57 judul buku dalam bahasa Sunda dan Indonesia berupa cerita anak-anak, sajak, novel, cerita pendek, dan lainnya itu tak pelak merupakan kehilangan bagi Kabupaten Garut melainkan juga bagi dunia sastra dan budaya.

Salah satu sikap menarik diperlihatkan Usep yakni ketika dia lebih memilih meminta berhenti dari pegawai negeri sipil (PNS) demi berkarir di dunia jurnalistik dan mengarang. Dia bahkan rela pensiun dini tanpa mendapatkan uang/tunjangan pensiun.

Sebuah sikap yang sangat sulit ditemukan pada masa sekarang, ketika kebanyakan mereka yang berkarir di dunia jurnalistik justeru memilih keluar dari dunia jurnalistik demi menjadi PNS, atau menjadi PNS sembari diam-diam berkarir pula di dunia jurnalistik. 

Hal itu terjadi sekitar 1983-1984, ketika Usep memulai berkarir menjadi wartawan di harian umum "Pikiran Rakyat" Bandung. Padahal ketika itu, dalam karirnya sebagai PNS, Usep sudah diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Usep berkarir menjadi wartawan dan pensiun dari "Pikiran Rakyat" pada 2004.

Pria kelahiran 16 April 1949 itu sendiri mengenal dunia tulis menulis sejak duduk di bangku SMP. Setamat SPG (1966), terjun ke dunia wartawan sambil menjalankan tugas sebagai PNS guru SD di sebuah desa di Kecamatan Kadungora Garut (1966-1983).

Usep juga sangat mencintai kampung halamannya. Hal itu dibuktikan selama berkarir menjadi wartawan di Bandung, dia tetap tak mau berpindah rumah di Bandung melainkan lebih memilih tinggal di kampungnya di Majasari Cibiuk. 

Selama menjadi wartawan, dia pernah menjalankan tugas jurnalistik ke berbagai negara Asia. Timur Tengah, Eropa dan Afrika. terutama kawasan-kawasan sedang bergolak, seperti Irak, Palestina, Sudan, Somalia, Bosnia Herzegovina dan lainnya.
Setelah menunaikan ibadah haji (1989), Usep sering diminta menjadi pembimbing ibadah haji dan umroh oleh berbagai biro perjalanan. 

Bukunya "Zionis Israel di Balik Agresi AS ke Irak (2003)" mengalami belasan kali cetak ulang dan menjadi bacaan pengayaan di jurusan Hubungan Internasional beberapa universitas. Sedangkan buku "Percikan Hikmah" berupa kumpulan anekdote sufi (1999) mengalami lima kali cetak ulang.

Dia meraih "Hadiah Rancage 2010" bidang sastra untuk buku kumpulan carita pondok "Sanggeus Umur Tunggang Gunung" (2009), dan hadiah "Rancage 2011" untuk bidang jasa terhadap bahasa dan sastra Sunda. Tahun 2012, dia mendapat "Anugerah Budaya Gubernur Jawa Barat" dan tahun 2014 mendapat "Hadiah Asrul Sani 2014" dari NU-Online PBNU bidang kesetiaan berkarya.

Di masa tuanya, usep tinggal di Kampung Kiaralawang Desa Majasari Kecamatan Cibiuk Garut. Dia mengelola Lembaga Pengabdian Masyarakat "Raksa Sarakan" yang bergerak di bidang pengasuhan dan beasiswa anak du'afa dan pelestarian lingkungan.

"Kang Usep itu mencintai kampungnya sendiri sekalipun lama aktif jadi wartawan "PR" di Bandung. Tak mau pindah rumah ke Bandung. Kecintaannya jadi wartawan dibuktikan dengan berhenti dari PNS. Dalam kesusasteraan, Kang Usep termasuk produktif dan aktif dalam kegiatan sastra. Bukunya banyak. Semoga ilmunya jadi pahaha (kebaikan) yang terus mengalir," kata Budayawan asal Garut Dedi Efendi.

Dia menyebutkan dirinya pernah bersama-sama dengan Usep Romli mengembangkan surat kabar Giwangkara dari 1973, dan terakhir bersama-sama aktif dalam keanggotaan di Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan pun menyatakan turut berduka atas kehilangan sosok dinilainya bukan hanya sebagai tokoh wartawan senior, sastrawan dan pegiat lingkungan hidup dan sosial melainkan juga ulama inspirator bagi Garut itu.

"Saya atas nama pribadi dan Bupati Garut mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya H Usep Romli. Semoga almarhum husnul khotimah," kata Rudy sembari meminta maat tak dapat mengantarkan jenazah ke pemakaman karena sedang melaksanakan kunjungan kerja di wilayah selatan Garut. (Zainulmukhtar)