Target Rampung 14 Hari, Penyaluran 1,3 Juta Paket Bansos Tahap Kedua

Target Rampung 14 Hari, Penyaluran 1,3 Juta Paket Bansos Tahap Kedua

INILAH, Bandung- Mulai Kamis (19/7/2020) besok, sebanyak Sebanyak 1,3 juta lebih paket bantuan sosial (bansos) Pemprov Jawa Barat tahap kedua akan disalurkan. Ditargetkan, bantuan tersebut tuntas diterima masyarakat selama 14 hari ke depan atau 22 Juli 2020 mendatang. 

Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Non Aparatur, dan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Dudi Sudrajat Abdulrachim mengaku berbagai persiapan penyaluran bansos tahan dua kedua ini telah dilakukan.

"Jumlah bansos yang disalurkan sebanyak 1.392.407 paket untuk data (penerima) non-DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial," ujar Dudi, Rabu (8/7/2020).

Untuk penyaluran bansos tahap pertama, Dudi mengaku, sudah rampung seluruhnya. Di mana pihaknya melalukan evaluasi agar penyaluran bansos tahap kedua dapat dilaksanakan lebih baik.  

"Dalam paket bansos tahap kedua ini, ada perubahan komoditas dari telur menjadi susu karena hasil evaluasi kemarin telur banyak masalah. Kita ganti dengan susu UHT 1 liter yang bisa tahan hingga 8-9 bulan. Selain itu, kita juga tambahkan masker dalam paket bansos ini," paparnya.

Dudi menilai, untuk mensukseskan penyaluran bansos tahap kedua ini diharapkan adanya peran serta masyarkat. Misalnya dengan melaporkan tetangganya yang layak mendapatkan bansos, tapi belum terdata atau yang tidak layak menerima, tapi menerima. Di mana pelaporan dapat dilakukan via aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar).

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Mochammad Arifin mengatakan, pada pembagian bansos tahap pertama memang menemukan beberapa kendala. Lantaran terdapat data yang kurang tepat maka ditemukan ada paket yang dikembalikan karena salah sasaran, penerima ganda, hingga barangnya tidak sesuai.

Menurut Arifin, dari total penerima bansos 1,788 juta keluarga terdapat 62.735 bantuan sosial yang kemudian dikembalikan. Angka ini dianggap kecil hanya 3,5 persen. Bahkan jika menilik data non-DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) angkanya hanya 2,5 persen.

"Berkaca dari tahap pertama kita akan klarifikasi lagi data yang ada. Sehingga yang menerima memang tepat dan waktu penyaluran pun bisa 14 hari," ujar Arifin.

Arifin menambahkan, penggantian telur dengan susu pada penyaluran bansos tahap kedua ini dinilai dapat memudahkan pengiriman yang dilakukan PT Pos maupun pihak ketiga yang membantu dalam hal ini ojek daring. Selama ini telur dalam paket bantuan selalu disimpan di bagian luar kardus karena takut tertekan barang lain dan pecah.

Alhasil pengepakan bantuan sosial pun agak merepotkan. Maka, dengan penggantian telur oleh susu, semua bantuan bisa masuk dalam satu dus dan memudahkan pengiriman ke depannya.

Adapun Lilik Nurholiq, Wakil Kepala Perum Bulog Jabar mengatakan, pihaknya sudah terlebih dahulu menyebar bantuan sosial tahap II ke sejumlah kepala keluarga dengan total 23 ribu paket. Bantuan tersebut diserahkan di Cimahi, Bandung, Sukabumi, dan Cianjur. Total ada 23 ribu paket yang telah disebar.

Dengan target hanya 14 hari, para pegawai di Perum Bulog terus bekerja melakukan pengepakan bansos sehingga setiap hari jumlah pengiriman barang terus bertambah. 

"Harapan kami pada tanggal 22 Juli nanti selesai semua sesuai dengan target," ungkapnya. (riantonurdiansyah)