Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di PA Soreang Naik 40 Persen

Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di PA Soreang Naik 40 Persen
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Jumlah pengajuan perkara cerai di Pengadilan Agama (PA) Soreang Kabupaten Bandung pada Juni lalu mencapai 1.102 perkara. Angka tersebut naik sekitar 40 persen dari rata rata per bulan sekitar 700an perkara.

Panitera Muda Gugatan PA Soreang Ahmad Sadikin mengatakan, peningkatan jumlah perkara cerai yang didaftarkan itu, bisa jadi ada kaitanya dengan pandemi Covid-19 yang memaksa Kantor Pengadilan Agama Soreang untuk sementara tidak menggelar persidangan.

"Beberapa bulan sebelum Juni kan tidak ada pendaftaran dan persidangan karena adanya pandemi virus corona. Mulai lagi Juni kemarin, makanya membludak sampai 1.102 perkara, padahal biasanya rata rata 700an pendaftar," kata Ahmad di Soreang, Kamis (9/7/2020).

Ahmad mengatakan, latar belakang perceraian rata-rata kurang tanggung jawab terhadap nafkah alias tak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Selain alasan tak bisa memberikan nafkah, dia menyebutkan kemungkinan suami terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau usahanya gulung tikar karena terdampak pandemi Covid-19.

"Tapi sebenarnya ada atau tidak pandemi virus corona, rata rata alasan perceraian memang kebanyakan masalah ekonomi. Kalau KDRT sedikit dibawah 5 persen," ujarnya. (Dani R Nugraha)