Tim PKM LPPM Unisba lakukan Pemberdayaan Guru-Guru Madrasah via Daring

Tim PKM LPPM Unisba lakukan Pemberdayaan Guru-Guru Madrasah via Daring
istimewa

INILAH, Bandung - Tim pengabdian kepada masyarakat lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM LPPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) melakukan pemberdayaan untuk guru-guru madrasah yang ada di Desa Jagabaya dan Lamajang Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.

Era industry 4.0 menuntut guru untuk mampu beraaptasi dengan model pembelajaran digital dan model-model pembelajaran mutakhir. Sehingga dengan menguasai hal-hal tersebut pembelajaran akan menarik dan diminati oleh siswa.

Komunitas madrasah menarik untuk diberdayakan karena madrasah merupakan sistem pendidikan tertua di Indonesia. Ia merupakan fenomena sosio-kultural yang unik dan eksistensinya telah teruji oleh sejarah dan berlangsung hingga kini.

"Selain itu, madrasah sebagai sebuah sistem pendidikan yang memiliki akar historis dalam tradisi dan budaya bangsa ini, madrasah telah berkiprah secara signifikan pada setiap zaman yang dilaluinya; baik sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan ajaran-ajaran Islam, sebagai kubu pertahanan Islam, sebagai lembaga perjuangan dan dakwah, maupun sebagai lembaga pemberdayaan dan pengabdian masyarakat," ujar Ketua Pelaksana PKM Unisba Alham Alhamuddin, Kamis (9/7/2020).

Dalam hal ini, madrasah berarti telah banyak berbuat untuk mendidik santri, hal ini mengandung makna bahwa pesantren mempunyai kontribusi yang signifikan dalam membangun atau membentuk pribadi warga negara dan bangsa menjadi pribadi muslim yang tangguh, harmonis, mampu mengatur kehidupan pribadinya, mengatasi persoalan-persoalanya dan mencukupi berargam kebutuhanya.

"Karena pendidikan pesantren, memiliki berbagai macam dimensi, baik psikologis, filosofis, religius, ekonomis, dan politis, sebagaimana ragamnya dimensi-dimensi pendidikan pada umumnya. Namun yang sangat disayangkan keberadaanya kadang-kadang dipandang sebelah mata dan di anak tirikan, baik dalam pembinaan maupun pembiayaan," pungkasnya. (Okky Adiana)