Zola Pastikan Kerja Keras Meski Kompetisi Tanpa Penonton

Zola Pastikan Kerja Keras Meski Kompetisi Tanpa Penonton
Gian Zola Nasrullah. (Antara Foto)

INILAH, Bandung - Gelandang Persib Bandung, Gian Zola Nasrulloh tanggapi mengenai rencana PSSI untuk tidak memperbolehkan penonton hadir di pertandingan Liga 1 2020. 

Menurut Zola, ketiadaan penonton di lapangan akan membuat pertandingan terasa hambar. Terlebih selama ini Bobotoh selalu menjadi penyemangat di setiap laga, baik kandang maupun tandang.

"Atmosfernya pasti berbeda karena bobotoh adalah pemain ke-12 Persib," kata Zola seperti dilansir laman resmi Persib, Kamis (9/7/2020).

Meski demikian, kakak kandung Beckham Putra Nugraha ini tak mau larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, pemilik nomor punggung 18 ini memastikan akan tetap semangat dalam menghadapi setiap pertandingannya. 

"Sebagai pemain, tidak adanya dukungan tidak boleh menjadikan semangat turun. Justru harus tetap kerja keras buat mereka yang tidak bisa hadir ke stadion," tegasnya. 

Selain itu, lanjutnya ketiadaan penonton ini bertujuan untuk menghindari paparan virus Corona (Covid-19). Sebab hingga saat ini virus yang berawal dari Wuhan, China ini belum benar-benar berakhir. 

"Tentu harapannya semoga virus Corona ini segera berakhir," harap Zola.

Benar saja, PSSI berencana untuk meniadakan penonton di pertandingan Liga 1 2020 ini dengan alasan kesehatan. Sebab saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir.

Namun, PSSI sudah menyiapkan formula agar pertandingan di lanjutan Liga 1 2020 bisa tetap 'ramai', meski tanpa kehadiran suporter.

"Silakan saksikan di televisi. Kami akan siapkan atmosfer di stadion bisa hidup meski tanpa penonton. Sebagaimana liga-liga di Eropa yang kini berjalan di masa virus corona," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Namun, pria yang akrab disapa Bule ini juga menegaskan PSSI sedang mengkaji kemungkinan pertandingan bisa dihadiri oleh penonton. Jika hal itu terjadi, klub dan Asprov PSSI di daerah harus siap menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Memang Menteri Kesehatan sudah menyatakan bisa saja penonton hadir dalam kegiatan olahraga dengan aturan-aturan ketat. Tapi kami akan kaji (terlebih dulu), karena pertandingan, toh, akan disiarkan juga lewat televisi. Kami sudah membuat sebelas buku panduan protokol kesehatan terkait pelaksanaan kompetisi di masa virus corona. Komunikasi dengan klub dan Asprov (Asosiasi Provinsi) juga terus kami lakukan," tutup Iwan Bule.(Muhammad Ginanjar)