Kadispora Garut Ditahan Atas Kasus Dugaan Korupsi Sport Hall SOR Ciateul 

Kadispora Garut Ditahan Atas Kasus Dugaan Korupsi Sport Hall SOR Ciateul 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut langsung menahan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut langsung menahan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi dan mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Yana Kuswandi di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Garut Jalan Dewi Sartika Garut Kota.

Penahanan dilakukan begitu menerima pelimpahan tahap dua perkara dugaan korupsi pada pembangunan sport hall kawasan sarana olahraga (SOR) Ciateul Garut tahun 2016 dari Polres Garut, Kamis (9/7/2020).

Menurut Kepala Kejari Garut Sugeng Hariadi, Kuswendi dan Yana ditahan kejaksaan dalam status sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sport hall senilai Rp6,7 miliar dengan kerugian negara sebesar Rp1 miliar rupiah. Pembangunan sport hall diduga tak sesuai spesifikasi dan bestek. 

Kedua tersangka dijerat pasal 2 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun pidana penjara.

Sugeng menyebutkan, pihaknya melakukan penahanan terhadap kedua tersangka atas dasar pandangan penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) agar penanganan tindak pidana korupsi berlangsung obyektif.

"Keduanya akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Garut," ujarnya. 
Sugeng juga menyebutkan, selain Kuswendi dan Yana, terdapat dua tersangka lainnya dari pihak pelaksana proyek yang segera dilakukan pemanggilan.

Kuswendi dan Yana digiring dari kantor Kejari Garut menuju kendaraan yang akan mengangkutnya ke Rutan Garut sekitar pukul 16.00 WIB. 

Dengan mengenakan rompi tahanan, keduanya tampak hanya berjalan tertunduk lesu menuju kendaraan ketika sejumlah wartawan memintai komentarnya.

Kuswendi sendiri ditetapkan Polres sebagai tersangka dalam kasus sport hall/SOR tersebut pada Agustus 2019.

Kendati bermasalah, pembangunan sport hall sendiri terus dilanjutkan hingga kemudian diresmikan Bupati Garut Rudy Gunawan pada 18 Februari 2020.

Ihwal pembangunannya sempat bermasalah itu bahkan disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan sendiri pada peresmian tersebut.

Pembangunan Sport Hall menghabiskan total anggaran sebesar Rp16 miliar. Pada 2016, pembangunannya dilakukan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menghabiskan sebesar Rp4,8 miliar. Selanjutnya, pembangunan dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  sebesar Rp5,3 miliar pada 2017, dan Rp5,8 miliar pada 2019.

Alokasi anggaran untuk pembangunan Sport Hall pada 2016 sebesar Rp16 miliar itu ternyata hanya berjalan sebesar 25% karena ada masalah. Begitupun dengan pembangunannya pada 2018, bermasalah.

Selain kasus sport hall, pada saat bersamaan, Kuswendi juga sedang menghadapi kasus dugaan pelanggaran UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pada pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) Citiis kawasaan kaki Gunung Guntur Tarogong Kaler tahun 2016 senilai Rp1,8 miliar.

Dalam kasus Buper, pada 21 Nopember 2019, Kuswendi bahkan telah divonis Majlis Hakim Pengadilan Negeri Garut dengan hukuman satu tahun penjara karena dinilai terbukti melanggar UU Nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH. 

Akan tetapi kemudian Kuswendi mengajukan kasasi pada 7 Februari 2020 dan hingga kini masih belum ada putusannya.(zainulmukhtar)