Apkasi Siap Sosialisasikan Empat Pilar Gaya Baru

Apkasi Siap Sosialisasikan Empat Pilar Gaya Baru
Apkasi bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk melakukan kegiatan bersama sosialisasi empat pilar MPR RI. (antara)

INILAH, Jakarta - Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas yang juga Bupati Banyuwangi mengatakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) siap bersama dengan MPR RI menyosialisasikan empat pilar dengan cara dan gaya baru.

Abdullah Azwar Anas dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis, menegaskan Apkasi dan jajaran pemerintah kabupaten siap melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI hal itu ditunjukkan dengan penandatanganan kerja sama dengan MPR.

“Tentu perlu dilakukan dengan cara dan model-model baru. Apa yang telah ditempuh oleh Ketua MPR dengan masuk ke lini-lini komunitas milenial ini merupakan terobosan," kata dia.

Cara-cara baru tersebut lanjut dia yang akan memandu untuk berubah apalagi dengan munculnya Covid-19, sebab telah memunculkan tatanan baru dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang merupakan salah satu nilai-nilai Pancasila dan telah menjadi bagian dari keseharian bangsa.

Apkasi antusias menyambut ajakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dengan menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk melakukan kegiatan bersama sosialisasi empat pilar MPR RI.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dan Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), disaksikan oleh Sekjen Apkasi, Najmul Akhyar (Bupati Lombok Utara), Ketua Bidang Hubungan Antar-Lembaga Apkasi, Ahmed Zaki Iskandar (Bupati Tangerang).

Kemudian penandatanganan juga disaksikan Anggota Bidang UKM dan Ekonomi Kreatif Apkasi, Ade Munawaroh Yasin (Bupati Bogor) dan Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang.

Apkasi, lanjut Azwar Anas mengharapkan MPR bersama-sama dengan kabupaten-kabupaten bisa bersinergi memakai formula, yakni bagaimana caranya agar empat pilar MPR sampai ke daerah-daerah, terutama kepada generasi muda dan anak-anak yang punya cara pandangnya kekinian.

"Harapannya dengan adanya MOU dan webinar yang kita lakukan ini, kami para bupati bisa mendengar langsung bagaimana cara-cara agar empat pilar MPR RI ini sampai ke generasi-generasi baru kita, terutama kepada para generasi milenial maupun Generasi Z," tutur Anas.

Sementara itu dalam paparannya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengakui bahwa kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI ini mungkin kurang begitu populer.

“Namun, kita harus tetap semangat mencari cara-cara baru dalam memberikan pembelajaran dan pemahaman agar nilai-nilai Pancasila tertanam di setiap generasi di tengah derasnya arus informasi dan teknologi," ujar dia.

Ketua MPR menjelaskan harus ada kewaspadaan serius terhadap ancaman rusaknya gaya hidup generasi muda selain ancaman-ancaman terorisme maupun ancaman komunisme.

Oleh karena itu, Bambang Soesatyo mengingatkan generasi muda akan pentingnya nilai-nilai, budi pekerti dan filosofi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua MPR juga menyitir butir ketentuan UUD 1945, Pasal 18 (1) yang menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi, kabupaten dan kota, dalam konteks implementasinya pemkab menjadi ujung tombak mengatur dan mengelola tata pemerintahan dan tatanan kehidupan masyarakat di daerah.

"Semangat membangun daerah diselaraskan dengan semangat membangun ikatan kebangsaan dan nasionalisme, inilah harapan dan cita-cita kita dalam berbangsa dan bernegara. Kami sangat mengharapkan partisipasi dari para bupati sebagai kepada daerah di seluruh wilayah Indonesia yang tergabung di Apkasi," kata Ketua MPR.

Partisipasi tersebut berupa menjalankan tugas, fungsi dan wewenang kepemerintahannya untuk dapat berperan aktif menyampaikan narasi-narasi kebangsaan yang berisikan nilai-nilai luhur, baik kepada perangkat daerah maupun kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dia melanjutkan dinamika kehidupan masyarakat di 416 kabupaten anggota Apkasi di seluruh Indonesia tentu memiliki keterkaitan dengan kehidupan nasional maupun global.

Oleh karena itu institusi yang dipimpinnya konsisten membangun karakter bangsa melalui pemasyarakatan empat pilar MPR RI kepada seluruh elemen bangsa sampai ke daerah.

"Biar gampang kita mengingat 4 pilar MPR RI ini sebagai PBNU, P merupakan singkatan untuk Pancasila, B untuk singkatan Bhineka Tunggal Ika, N untuk singkatan NKRI dan U untuk menyebutkan UUD 1945," ucap Bamsoet.

Sosialisasi empat pilar MPR RI, lanjut Bamsoet bertujuan membangun rumah kebangsaan, mengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat. (antara)