Tinder Uji Face to Face Video Chat di Indonesia

Tinder Uji Face to Face Video Chat di Indonesia
istimewa

INILAH, Jakarta - Kegiatan berkumpul seperti menonton konser atau minum kopi bersama telah berubah menjadi virtual dalam beberapa bulan terakhir karena pandemi COVID-19. Hal tersebut membuat aplikasi kencan Tinder memikirkan cara bagaimana agar para penggunanya tetap bisa berkenalan satu sama lain dengan lebih baik melalui in-app video.

Pasti muncul pertanyaan dari Anda, apakah dengan kehadiran fitur baru itu aktivitas berkencan di malam minggu seperti makan malam, nonton ke bioskop, atau ngopi bersama masih akan dilakukan?

Meski saat ini pertanyaan tersebut belum memiliki jawaban, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah memberikan kesempatan kepada para pengguna Tinder untuk mencoba in-app video.

Tinder pun sudah mulai memberikan kesempatan ke beberapa pengguna di AS, Brasil, Australia, Spanyol, Italia, Prancis, Peru, Cile, Vietnam, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, termasuk Indonesia, untuk mencoba fitur Face to Face Video Chat yang terdapat di aplikasi Tinder.

Satu hal telah terpenuhi ketika fitur Face to Face Video Chat, yang dikembangkan dan dibuat oleh tim Trust and Safety, yaitu mengenai keamanan pengguna. Tinder memprioritaskan keamanan pengguna dalam segala hal yang dilakukannya.

"Kami mengerti kekhawatiran para pengguna ketika mereka bergabung di aplikasi Tinder, lalu berkenalan dan bertemu dengan orang baru. Mereka membutuhkan sebuah hal yang dapat dikendalikan sesuai dengan kenyamanan mereka," kata Rory Kozoll, Head of Trust and Safety Product at Tinder, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

"Fitur Face to Face Video Chat ini hadir dengan mempertimbangkan beberapa hal yang kami anggap bijak, sehingga fitur Face to Face Video Chat kami berbeda dengan video chat umumnya. Ketika menggunakan fitur ini, pengguna Tinder tidak perlu khawatir jika ada panggilan yang tidak diinginkan," lanjut dia.

Kozoll menyebut bahwa saat ini menghubungkan para pengguna secara face-to-face menjadi hal yang penting.

Menurut dia, fitur video chat Tinder memberikan cara baru kepada para pengguna untuk tetap dapat saling berkenalan melalui tatap muka di aplikasi Tinder walaupun mereka tidak berada di tempat yang sama.

"Fitur ini memprioritaskan hak pengguna agar mereka tetap merasa nyaman ketika memutuskan untuk melangkah ke tahap lebih lanjut dari sekadar chat, jika dari masing-masing pengguna merasa waktunya sudah tepat," ujar Kozoll.

"Kami telah membangun dasar yang kokoh, dan kami ingin mempelajari kinerja dari fitur ini dan reaksi dari para pengguna kami ketika masa percobaan fitur Face to Face Video Chat mulai berjalan di beberapa minggu mendatang," dia menambahkan.

Berikut bagaimana Tinder mendesain 1:1 video calls, dengan memprioritaskan kontrol dan kenyamanan pengguna:

- Memberikan hak kendali kepada pengguna untuk melakukan video call

Tinder adalah yang pertama yang membuat aturan untuk hanya bisa mengobrol ketika mereka menyukai satu sama lain. Sama halnya dengan fitur video call ini yang baru akan tersedia jika ada kesepakatan dari dua orang yang sudah match dan sudah terjadi komunikasi.

Setelah mereka menemukan ketertarikan yang lebih lanjut dan sudah sepakat untuk melakukan Face to Face Video Call, dapat langsung ketuk ikon video.

Fitur ini tidak akan diaktifkan, sampai dari masing-masing individu mengaktifkan fitur ini.

Pengguna tidak perlu khawatir, pasangan Anda tidak akan langsung tahu saat Anda mengaktifkannya.

- Dapat dinonaktifkan kapan saja

Seperti saat mengaktifkan toggle video call, pengguna pun dapat keluar kapan saja. Jika pengguna sedang tidak ingin melakukan video chat hari ini, maka tidak masalah.

- Tinder yang membuat peraturannya

Setelah Face to Face Video Call diaktifkan, semua pengguna harus setuju terhadap peraturan yang ada, sehingga obrolan bisa dimulai dengan niat dan keinginan yang baik dan benar, seperti tetap sopan (tidak menampilkan konten seksual atau pornografi), tetap aman dan ramah (tidak melakukan pelecehan, ujaran kebencian, kekerasan, atau aktivitas ilegal lainnya), dan tetap sesuai usia (tidak melibatkan anak di bawah umur 17 tahun).

- Dapat melihat langsung match Anda

Tak seorang pun harus merasa terpojok saat ingin tahu lebih lanjut tentang match mereka. Percakapan bersifat dua arah, dan lebih baik jika para pengguna memutuskan bersama (50:50).

Hal ini membantu para pengguna untuk menunjukan wajah terbaik mereka dengan calon pasangan.

- Beri tahu Tinder mengenai pengalaman pengguna

Setelah panggilan selesai, Tinder akan bertanya bagaimana pengalaman para pengguna saat menggunakan fitur video call.

Ingat bahwa setiap pengguna dapat mengirimkan laporan ke tim Tind kapan saja setelah panggilan selesai.

"Fitur video call ini akan tetap ada di Tinder, dan kami sangat menantikan apa yang bisa kami pelajari dari masa percobaan ini. Stay tuned untuk update fitur video call ini di beberapa minggu mendatang, saat kami terus mengembangkannya dan membawanya kepada pengguna di seluruh dunia," pungkas Kozoll. (inilah.com)